BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Ngatiyana Hadiri Penyerahan 100 Becak Listrik Presiden Prabowo di Cimahi, 88 Penerima Ber-KTP Lokal

Ngatiyana Hadiri Penyerahan 100 Becak Listrik Presiden Prabowo di Cimahi, 88 Penerima Ber-KTP Lokal
Ukuran huruf
Print 0

  
Tribunpandawa.id,     Cimahi  –  Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengayuh becak di Kota Cimahi. 

Penyerahan bantuan yang difasilitasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut berlangsung di kawasan Technopark Kota Cimahi, Selasa (20/10/2026).

Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Turut hadir perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Gerindra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta para penerima bantuan.

Bantuan diserahkan melalui Yayasan GSN yang dipimpin ketua yayasan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat, khususnya pengayuh becak yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari jasa transportasi tradisional.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa jumlah bantuan yang diterima Kota Cimahi melampaui rencana awal. Semula, bantuan diperkirakan menyasar sekitar 40 pengayuh becak, tetapi kemudian bertambah menjadi 100 unit.

“Awalnya direncanakan hanya 40 orang, tetapi alhamdulillah Kota Cimahi mendapatkan 100 becak listrik. Ini tentu menjadi bantuan yang sangat berarti bagi para pengayuh becak,” ujar Ngatiyana.

 88 Penerima Ber-KTP Cimahi.

Ngatiyana menjelaskan, dari total 100 penerima bantuan, sebanyak 88 orang tercatat memiliki KTP Kota Cimahi. Sementara 12 penerima lainnya masih menggunakan identitas kependudukan dari luar daerah, meskipun sebagian di antaranya telah tinggal dan mencari nafkah di Cimahi.

Ia menyebutkan, para penerima telah melalui proses pendataan dan seleksi. Pemerintah daerah juga menyinggung perlunya koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait status administrasi kependudukan penerima yang belum ber-KTP Cimahi.

Menurut Ngatiyana, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan sarana untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Satu Unit Becak Listrik Bernilai Sekitar Rp22 Juta.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyebut nilai satu unit becak listrik mencapai sekitar Rp22 juta. Karena itu, ia meminta para penerima menjaga kendaraan tersebut dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan agar becak listrik tidak diperjualbelikan, dialihkan kepada pihak lain, ataupun digunakan di luar peruntukannya.

“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Jangan diperjualbelikan, jangan dialihkan kepada orang lain, dan jangan disalahgunakan. Rawat kebersihannya supaya becak listrik ini tetap bisa digunakan untuk mencari nafkah,” pesannya.

Ngatiyana berharap penggunaan teknologi listrik dapat membantu meringankan beban fisik para pengayuh becak. Jika sebelumnya mereka harus mengandalkan tenaga kaki untuk menggerakkan kendaraan, kini becak listrik diharapkan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.

Pengayuh Becak Diminta Tertib Berlalu Lintas.

Selain menjaga kendaraan, Ngatiyana menekankan pentingnya keselamatan dan ketertiban saat beroperasi di jalan raya.

Pemerintah Kota Cimahi, menurutnya, akan melakukan penataan ketentuan operasional becak listrik, termasuk pengaturan jalur serta pembatasan penggunaan di ruas jalan protokol tertentu.

Para penerima juga diminta tidak memarkirkan becak secara sembarangan, terutama di lokasi yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Penempatan kendaraan nantinya perlu memperhatikan ketentuan dan lokasi yang telah ditetapkan.

Ngatiyana turut mengingatkan para pengayuh agar berlatih mengoperasikan becak listrik sebelum digunakan secara rutin di jalan umum. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami cara penggunaan kendaraan serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga.

Ngatiyana menegaskan bahwa bantuan becak listrik harus dimanfaatkan sebagai sarana produktif untuk memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia juga mengapresiasi Yayasan GSN serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut. Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, akan terus menjalin koordinasi agar program dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Yang terpenting, bapak-bapak tetap sehat, tetap produktif, dan tetap memiliki penghasilan untuk keluarga,” ungkapnya.

Penyerahan 100 becak listrik ini diharapkan menjadi dukungan bagi para pengayuh becak di Kota Cimahi agar dapat terus bekerja secara produktif. 

Dengan pemeliharaan kendaraan yang baik, penggunaan yang tertib, serta koordinasi antara pemerintah dan pihak terkait, bantuan tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi para penerima.

      ( Mang Cu Bacuner's )


Ngatiyana Hadiri Penyerahan 100 Becak Listrik Presiden Prabowo di Cimahi, 88 Penerima Ber-KTP Lokal
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin