Tribunpandawa.id, CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Underpass Gatot Subroto memperhatikan dampak pembangunan, termasuk potensi kerusakan bangunan yang memiliki nilai sejarah dan berstatus cagar budaya.Hal tersebut disampaikan Ngatiyana dalam sambutannya pada acara simbolis penanaman pohon pengganti terdampak pembangunan Underpass Gatot Subroto, yang digelar Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat bersama DLH Kota Cimahi, Selasa (15/9/2026), di pelataran Masjid ABRI Kota Cimahi.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga harus memperhatikan berbagai dampak yang mungkin muncul selama proses pelaksanaan.
“Selain meminta kerja sama pengawasannya, karena proses dampak ini pasti akan ada yang lain-lain juga, baik itu ada bangunan yang sifatnya cagar budaya yang terkena dampak, bagaimana penyelesaiannya,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.
Jangan Abaikan Bangunan Bernilai Sejarah.
Ngatiyana secara khusus meminta Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat agar melakukan koordinasi dan perhatian serius terhadap bangunan cagar budaya yang berpotensi terdampak pembangunan.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan cagar budaya memiliki aturan yang harus dipatuhi. Menurutnya, setiap persoalan yang berkaitan dengan bangunan bersejarah perlu diselesaikan secara tepat dan tidak boleh diabaikan.
“Cagar budaya rusak akhirnya ada dua orang yang masuk penjara, dipidana karena menghancurkan cagar budaya,” kata Ngatiyana, menyampaikan pengingat mengenai konsekuensi hukum yang dapat muncul akibat kerusakan cagar budaya.
Ia pun meminta agar aspek perlindungan tersebut benar-benar diperhatikan dan dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya.
“Nanti mohon dari Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat ini benar-benar diperhatikan dan dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya, karena itu sudah aturan,” tegasnya.
Ajak Aparat dan Masyarakat Kawal Pembangunan.
Selain menyoroti cagar budaya, Ngatiyana juga mengajak berbagai unsur aparat dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga proses pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Ia menyebut dukungan dari unsur Kodim, Kapolres, Kejaksaan, serta pihak terkait lainnya diperlukan agar pembangunan dapat berjalan aman dan sesuai ketentuan.
“Saya mohon juga bantuan, khususnya dari Kodim, Kapolres, dan Kejaksaan untuk sama-sama menjaga proses pembangunan underpass ini,” ungkapnya.
Menurut Ngatiyana, pengawasan tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan tidak menyimpang dari spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Harapkan Kualitas Pembangunan Terbaik.
Ngatiyana berharap pembangunan Underpass Gatot Subroto dapat dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas, keamanan, dan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut menjaga agar pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi warga Kota Cimahi.
“Sehingga mudah-mudahan pelaksanaannya tidak menyimpang sesuai spek dan kualitasnya terbaik untuk pembangunan underpass ini,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan penanaman pohon pengganti dan pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Ia berharap seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.
Pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan serta keberadaan bangunan yang memiliki nilai sejarah.***