TRIBUNPANDAWA.ID Cimahi – Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi. Proyek infrastruktur yang disebut menelan anggaran sekitar Rp150 miliar itu merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat menghadiri acara simbolis penanaman pohon pengganti terdampak pembangunan Underpass Gatot Subroto, Selasa (15/9/2026), di pelataran Masjid Abri, Kota Cimahi.
Kegiatan yang digelar Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas BMPR Jawa Barat, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan LSM dan organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di Kota Cimahi.
“Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi ini murni bantuan Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, pembangunan tersebut menjadi bentuk perhatian besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kota Cimahi. Menurutnya, anggaran yang digulirkan untuk pembangunan underpass diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Ngatiyana juga menyinggung pentingnya memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal. Ia mengingatkan, apabila bantuan yang telah diberikan tidak dapat dilaksanakan karena persoalan kesiapan anggaran atau lainnya, kesempatan tersebut berpotensi dialihkan ke daerah lain.
“Kalau kita tidak menerima bantuan itu dan Cimahi tidak sanggup anggaran, pasti kembali lagi. Tahun depan juga belum tentu dikasihkan,” tuturnya.
Penanaman Pohon Jadi Bentuk Tanggung Jawab Pembangunan.
Acara penanaman pohon pengganti menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pembangunan infrastruktur.
Ngatiyana menjelaskan, pohon yang terdampak pembangunan harus diganti sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban pemerintah terhadap lingkungan.
“Penanaman pohon sebagai kompensasi bentuk kepedulian dan kewajiban pemerintah dalam membangun. Karena dampak pembangunan, pohon yang terkena harus kembali ditanam,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap seluruh pihak dapat mendukung proses pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Lahan TNI Dibebaskan dalam Waktu Dua Bulan.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar TNI yang telah memberikan dukungan lahan untuk pembangunan underpass.
Ia mengatakan, proses komunikasi dan rapat koordinasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk jajaran TNI, hingga tercapai kesepakatan mengenai pemanfaatan lahan yang terdampak pembangunan.
“Terima kasih kepada keluarga besar TNI yang telah memberikan lahannya untuk pembangunan underpass ini berkat kerja sama,” ucapnya.
Ngatiyana menilai, penyelesaian proses tersebut dalam waktu sekitar dua bulan merupakan hal yang patut diapresiasi, mengingat tidak mudah mendapatkan lahan TNI untuk kebutuhan pembangunan.
Ditargetkan Selesai Akhir Desember 2026.
Pemerintah Kota Cimahi berharap pembangunan Underpass Gatot Subroto dapat selesai sesuai target, yakni pada akhir Desember 2026.
Ngatiyana berharap, setelah pembangunan rampung, akses lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cimahi.
“Pembangunan akhir Desember saya harapkan tepat waktu. Tahun depan sudah bisa dilalui lalu lintas sehingga bisa lancar untuk Kota Cimahi,” katanya.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar tentu memiliki dampak terhadap aktivitas warga, termasuk potensi kemacetan akibat rekayasa lalu lintas.
Kemacetan Dinilai Sebagai Risiko Pembangunan
( Mang Cu Bacuner's )