BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Mati Lampu Tak Padamkan Semarak Musda VI Golkar Cimahi

Mati Lampu Tak Padamkan Semarak Musda VI Golkar Cimahi
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,  CIMAHI  -  Suasana Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Cimahi, Senin (21/9/2026), di Gedung Tulip, tetap berlangsung semarak meski sempat diwarnai padamnya aliran listrik. 

Kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta dalam mengikuti momentum penting penentuan kepemimpinan Partai Golkar Kota Cimahi.

Pertanyaan masyarakat terkait siapa yang bakal menjadi nahkoda Partai Golkar Kota Cimahi akhirnya terjawab. 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Partai Golkar Kota Cimahi dalam Musda VI yang digelar di Gedung Tulip.

Terpilihnya Ngatiyana menjadi babak baru bagi perjalanan organisasi Partai Golkar di Kota Cimahi. 

Dalam pidato perdananya setelah mendapatkan amanah tersebut, Ngatiyana menyampaikan sejumlah gagasan mengenai pembangunan daerah, kolaborasi pemerintahan, serta pentingnya kebersamaan dalam menjalankan tugas kepartaian.

Ngatiyana: APBD Terbatas Bukan Penghalang Membangun Cimahi.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan alasan bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk berhenti menghadirkan pembangunan bagi masyarakat.

Ia menyinggung sejumlah pembangunan yang dinilainya menjadi kebanggaan Kota Cimahi, termasuk pembangunan Underpass Gatot Subroto serta penyerahan rumah susun (rusun) di Cigugur.

"Insya Allah walaupun APBD yang kecil, tetapi kita bisa membangun. Kita tidak perlu sombong, tetapi ini salah satu kebanggaan kita. Salah satunya kemarin bisa kita bangun underpass, dan sebentar lagi Alhamdulillah rusun yang ada di Cigugur sudah diserahkan."

Menurut Ngatiyana, pembangunan di Kota Cimahi dapat terus didorong melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi serta koordinasi dengan berbagai tingkatan pemerintahan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembangunan Tanpa Bergantung pada APBD.

Ngatiyana menjelaskan bahwa pendekatan dan koordinasi dengan pemerintah pusat telah memberikan dukungan terhadap sejumlah pembangunan di Kota Cimahi. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan sarana air di kawasan masjid yang diharapkan dapat terlaksana melalui dukungan pemerintah pusat.

"Membangun Kota Cimahi tidak perlu dengan APBD, tetapi perlu pendekatan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat."

Pernyataan tersebut menggambarkan penekanannya pada upaya membangun kerja sama lintas pemerintahan untuk memperluas dukungan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Tugas Kepartaian dan Pemerintahan Harus Saling Mendukung.

Selain berbicara mengenai pembangunan, Ngatiyana juga menyoroti hubungan antara tugas pemerintahan dan tanggung jawab kepartaian.

Ia menegaskan bahwa kedua tugas tersebut memiliki perbedaan, tetapi dapat saling mendukung dan mengisi dengan tujuan akhir yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan, kerja sama, dan loyalitas menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi Partai Golkar Kota Cimahi.

"Tugas kepartaian tentunya ada bedanya dengan tugas pemerintahan, tetapi itu saling mendukung dan saling mengisi. Karena apa, tujuan akhirnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Itu paling utama bagi kita semua."

Ngatiyana juga mengajak seluruh jajaran Partai Golkar untuk menjaga kerja sama yang baik serta bersama-sama menjalankan amanah organisasi. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepadanya dalam Musda VI.

Amanah Baru, Harapan Baru untuk Golkar Cimahi.

Di penghujung pidatonya, Ngatiyana kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Musda VI Partai Golkar Kota Cimahi.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi modal untuk menjalankan tugas organisasi ke depan, sekaligus memperkuat kontribusi Partai Golkar dalam mendukung pembangunan Kota Cimahi.

Terpilihnya Ngatiyana secara aklamasi pun menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru sebagai pemimpin Partai Golkar Kota Cimahi, dengan pesan utama berupa sinergi, loyalitas, dan pengabdian bagi masyarakat.

Musda VI Partai Golkar Kota Cimahi: semarak tetap menyala meski lampu sempat padam, dan amanah kepemimpinan kini berada di tangan Ngatiyana.

    ( Mang Cu Bacuner's )



Mati Lampu Tak Padamkan Semarak Musda VI Golkar Cimahi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin