BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Wali Kota Cimahi, Minta Maaf soal Kemacetan, Underpass dan Jembatan Dikebut Tanpa Korbankan Kualitas

Wali Kota Cimahi, Minta Maaf soal Kemacetan, Underpass dan Jembatan Dikebut Tanpa Korbankan Kualitas
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, CIMAHI  -  Di tengah semarak Pentas Tari Kariaan Agustusan Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Minggu (23/8/2026), Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat. 

Ia membuka sambutannya dengan permohonan maaf atas kemacetan parah yang sempat melumpuhkan sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi pada 19 Agustus 2026.

Ngatiyana mengakui, pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan membawa dampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan. 

Namun, menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi, khususnya kepada bapak dan ibu semuanya. Pada 19 Agustus kemarin, kita sama-sama tahu terjadi kemacetan yang luar biasa di Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, salah satu pemicu kemacetan tersebut adalah pekerjaan pembangunan Underpass Gatot Subroto-Baros. Proyek tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang pembiayaannya berasal dari anggaran provinsi.

Ngatiyana menyebut, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan underpass tersebut merupakan kesempatan penting bagi Kota Cimahi. 

Nilai pembangunan yang disebut mencapai sekitar Rp150 miliar itu diharapkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Pembangunan underpass ini bukan hanya untuk dinikmati sekarang, tetapi manfaatnya untuk anak cucu kita. Harapannya nanti tidak terjadi kemacetan seperti sekarang,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Cimahi juga telah mengambil langkah untuk mendukung pembangunan tersebut, termasuk proses pembebasan lahan yang berkaitan dengan kebutuhan pelebaran jalan.

Selain underpass, Pemkot Cimahi juga tengah melakukan perbaikan jembatan di depan kompleks Pemerintah Kota Cimahi. 

Ngatiyana mengatakan keputusan memperbaiki jembatan tersebut diambil setelah melihat kondisi konstruksi yang mulai mengalami penurunan.

“Jembatan itu sudah mulai turun sekitar setengah sentimeter demi setengah sentimeter. Kita khawatir kalau tidak segera diperbaiki, nantinya terjadi bencana atau kecelakaan yang bisa menimbulkan korban bagi pengguna jalan,” tuturnya.

Ngatiyana menjelaskan, proses pekerjaan infrastruktur membutuhkan tahapan, termasuk pelelangan. Ia menyebut proses tersebut memerlukan waktu sekitar tiga bulan sehingga pelaksanaan pembangunan di tingkat provinsi dan Kota Cimahi akhirnya berlangsung hampir bersamaan.

Meski demikian, ia meminta agar pekerjaan di lapangan dapat dipercepat. Bila diperlukan, pekerjaan dapat dilakukan siang dan malam dengan tetap mengutamakan standar teknis dan kualitas pembangunan.

“Kalau bisa pekerjaannya siang dan malam, silakan dikebut. Tetapi saya tekankan, jangan sampai mempercepat pekerjaan kemudian mengurangi kualitas. Saya ingin pembangunan ini benar-benar bagus, baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.

Ngatiyana juga mengapresiasi kondisi lalu lintas yang berangsur kembali normal setelah kemacetan parah pada 19 Agustus. Menurutnya, situasi tersebut menjadi evaluasi bersama agar pengaturan lalu lintas dan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur dapat berjalan lebih baik.

“Alhamdulillah, kemacetan sehari berikutnya sudah terurai dan sampai saat ini tidak terjadi lagi kemacetan seperti itu. Sekali lagi saya mohon maaf apabila pada tanggal 19 Agustus perjalanan bapak dan ibu semuanya terganggu,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa percepatan pembangunan tetap harus berjalan beriringan dengan keselamatan, kualitas pekerjaan, serta kepentingan masyarakat. 

Bagi Pemkot Cimahi, pembangunan bukan sekadar mengejar cepat selesai, tetapi memastikan setiap proyek yang dikerjakan benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi warga Kota Cimahi.

   ( Mang Cu Bacuner's)

Wali Kota Cimahi, Minta Maaf soal Kemacetan, Underpass dan Jembatan Dikebut Tanpa Korbankan Kualitas
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin