BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Hari Veteran Nasional ke-77, Ngatiyana Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Veteran

Hari Veteran Nasional ke-77, Ngatiyana Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Veteran
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,  CIMAHI -  Semangat perjuangan para veteran kembali menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk tidak mudah mengeluh dan terus mengabdi kepada bangsa. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional ke-77 sekaligus HUT PIVERI ke-62 yang digelar di Gedung Ksatrian Kodim 0609 Cimahi, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 0609, Kapolres Cimahi, Asisten III Pemerintah Kota Cimahi, keluarga besar veteran Kota Cimahi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ngatiyana mengaku terharu melihat semangat para veteran yang hingga usia lanjut masih aktif mengikuti kegiatan dan memberikan motivasi kepada generasi muda.

Menurutnya, perjuangan para veteran pada masa mempertahankan kemerdekaan bukanlah sesuatu yang mudah. Dengan keterbatasan persenjataan, para pejuang tetap berdiri di garis depan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kadang-kadang saya mengingat dan membayangkan, tatkala para putra bapak dan ibu pada saat itu memanggul senjata, bahkan dengan bambu runcing, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ngatiyana.

Ia menilai keteguhan para veteran menjadi tamparan sekaligus pelajaran bagi generasi sekarang. Di tengah berbagai kemudahan yang tersedia, masih banyak anak muda yang mudah mengeluh ketika menghadapi persoalan.

“Kenapa kita yang masih muda selalu banyak mengeluh? Kurang ini, kurang itu. Orang yang tidak pernah bersyukur akan selalu merasa kurang,” katanya.

Ngatiyana juga memberikan apresiasi kepada para istri veteran yang selama puluhan tahun setia mendampingi suami dalam menjalankan perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ia menilai peran keluarga, khususnya para istri veteran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang perjuangan para veteran.

“Terima kasih kepada ibu-ibu yang selalu mendampingi suami dalam perjuangannya sampai saat ini. Tetap setia mendampingi para veteran sebagai suami dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Selain berbicara mengenai nilai perjuangan, Ngatiyana juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait dampak rekayasa lalu lintas akibat pembangunan sejumlah infrastruktur di Kota Cimahi, termasuk pembangunan underpass dan jembatan di kawasan Pemkot Cimahi.

Ia mengakui, penerapan rekayasa lalu lintas pada hari-hari awal pembangunan menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dan menjadi perhatian masyarakat, termasuk kritik yang ramai disampaikan melalui media sosial.

“Pemerintah Kota Cimahi memohon maaf kepada bapak dan ibu serta seluruh masyarakat Kota Cimahi. Saat ini mungkin terasa baru satu hari kemarin kita melaksanakan pembangunan underpass termasuk jembatan di Pemkot. Di media sosial juga ramai, yang macet, yang ini dan sebagainya,” ungkapnya.

Ngatiyana menegaskan pembangunan tersebut dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi maupun keuntungan pejabat, melainkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang.

“Prinsip saya, Pemerintah Kota Cimahi harus membangun. Yang penting tulus dan ikhlas serta bermanfaat bagi anak cucu kita. Bukan kita membangun untuk mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Ia menyebut kritik masyarakat sebagai bagian dari dinamika pembangunan. 

Menurutnya, kritik, termasuk yang disampaikan dengan bahasa keras di media sosial, akan diterima dengan sabar dan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Walaupun kritik di media sosial sangat pedas, bagi saya saya tanggapi dengan sabar dan tawakal. Yang penting tujuan pembangunan kami adalah untuk masyarakat,” katanya.

Ngatiyana juga menegaskan pembangunan Kota Cimahi tidak dilakukan pemerintah sendirian. 

Sinergi dengan TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap gangguan lalu lintas yang terjadi selama proses pembangunan hanya bersifat sementara. 

Setelah proyek selesai, masyarakat diharapkan mendapatkan manfaat berupa konektivitas dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana turut menyampaikan bahwa berbagai program Pemerintah Kota Cimahi terus berjalan. 

Ia juga menyinggung pelaksanaan program PPM yang telah selesai dan menurutnya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara saat diwawancarai awak media, Ngatiyana kembali menekankan bahwa para veteran merupakan panutan bagi generasi penerus.

Ia menyebut masih adanya veteran yang berusia sangat lanjut namun tetap bersemangat mengikuti kegiatan sebagai sesuatu yang patut diapresiasi.

“Para veteran yang usianya sudah 100 tahun masih semangat untuk berjuang bersama-sama kita semua. Kita patut memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada beliau-beliau semuanya,” ucapnya.

Menurut Ngatiyana, semangat para veteran yang tidak mudah mengeluh dan tetap ikhlas mengabdi merupakan nilai penting yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Beliau-beliau adalah panutan kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945. Saat ini pun masih semangat untuk berjuang bersama-sama. Ini patut kita teladani,” pungkasnya.

Bagi Ngatiyana, peringatan Hari Veteran Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. 

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari pengorbanan panjang para pejuang, sehingga generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk mengisinya dengan kerja nyata, rasa syukur, dan pengabdian bagi masyarakat serta bangsa.***

Hari Veteran Nasional ke-77, Ngatiyana Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Veteran
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin