Tribunpandawa.id, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Cimahi Motekar Award (CHIMA) 2026 yang dirangkaikan dengan sosialisasi Pengukuran Indeks Inovasi Daerah di Cimahi Command Center, Jumat (24/7/2026).Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan bahwa Kota Cimahi berhasil meraih predikat Kota Sangat Inovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan menempati peringkat ke-12 nasional. Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-18.
Meski demikian, Pemkot Cimahi tidak ingin berpuas diri dan kini menargetkan mampu menembus jajaran 10 besar nasional pada IGA 2026.
Menurut Ngatiyana, peluncuran CHIMA 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya inovasi di seluruh perangkat daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai terobosan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru di situlah kreativitas aparatur diuji agar mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Ngatiyana dalam sambutannya.
Ia menilai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah harus dijadikan momentum untuk melahirkan inovasi yang lebih efektif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Saat ini, Kota Cimahi telah memiliki sekitar 450 inovasi yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah. Namun, dalam mekanisme penilaian IGA, pemerintah pusat hanya mengakomodasi maksimal 200 inovasi.
Karena itu, CHIMA 2026 hadir sebagai sarana seleksi, pembinaan, sekaligus peningkatan kualitas inovasi agar yang diajukan benar-benar memenuhi standar penilaian dan memiliki dampak nyata.
Selain menjadi ajang penghargaan, CHIMA 2026 juga diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi sehingga setiap perangkat daerah terdorong untuk terus menciptakan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan CHIMA 2026 diperkuat melalui kolaborasi dengan Laboratorium Kebijakan dan Inovasi Daerah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) serta pendampingan dari The Local Enabler (TLE).
Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap inovasi yang lahir disusun berdasarkan kajian yang terukur, memiliki nilai kebaruan, serta berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Dengan peluncuran CHIMA 2026, Pemerintah Kota Cimahi optimistis dapat meningkatkan daya saing inovasi daerah, mempertahankan predikat Kota Sangat Inovatif, sekaligus mewujudkan target besar menembus 10 besar nasional pada ajang Innovative Government Award 2026.***