Tribunpandawa.id, Cimahi - Kabar melegakan datang bagi para orang tua siswa di Kelurahan Baros, Kota Cimahi. Pemerintah Kota Cimahi akhirnya memutuskan bahwa SDN Baros Mandiri 7 masih tetap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026, meski dengan kuota terbatas.Keputusan tersebut sekaligus menunda rencana penggabungan atau merger antara SDN Baros Mandiri 3 dengan SDN Baros Mandiri 7 yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menyampaikan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pembahasan panjang bersama berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan.
Mulai dari orang tua siswa, komite sekolah, kepala sekolah, guru hingga Lurah Baros,Camat Cimahi tengah turut memberikan masukan terkait dampak merger terhadap proses belajar mengajar di wilayah Baros.
“Untuk sementara, hasil pembahasan mengarah pada keputusan bahwa penerimaan murid baru di Baros Mandiri 7 tetap dibuka pada tahun ini,” ujar Nana, Jumat (22/5/2026).
Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah tersebut hanya membuka satu rombongan belajar atau satu kelas.
Meski terbatas, keputusan itu disambut positif oleh warga yang sebelumnya khawatir sekolah akan ditutup.
Wacana merger muncul lantaran dua sekolah tersebut berada dalam lokasi yang berdekatan dan sama-sama mengalami penurunan jumlah peserta didik.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anak usia sekolah dasar di Kelurahan Baros sekitar 1.784 orang, sementara daya tampung sekolah mencapai lebih dari 3.000 siswa.
Kondisi itu membuat pemerintah mulai mengevaluasi efektivitas operasional sejumlah sekolah negeri di kawasan tersebut.
Namun di sisi lain, masyarakat menilai keberadaan SDN Baros Mandiri 7 masih sangat dibutuhkan untuk menunjang akses pendidikan warga sekitar.
Sebelumnya, komite sekolah dan wali murid juga sempat menyampaikan penolakan terhadap rencana penutupan sekolah yang berada di Jalan H Haris, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah itu.
Menurut mereka, berkurangnya jumlah siswa tidak bisa dijadikan alasan utama menghentikan aktivitas pendidikan.
Selain faktor kenyamanan belajar anak, masyarakat juga menyoroti sejarah panjang sekolah yang telah melahirkan banyak alumni di Kota Cimahi.
Penundaan merger ini pun dinilai sebagai bentuk respons Pemkot Cimahi terhadap aspirasi masyarakat yang ingin sekolah tetap beroperasi sambil menunggu kajian lebih lanjut mengenai kebutuhan pendidikan di wilayah Baros.***