BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Ada Apa dengan Pernyataan Underpass Baros? Publik Cimahi Dibuat Bingung

Ada Apa dengan Pernyataan Underpass Baros? Publik Cimahi Dibuat Bingung
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,  Cimahi  –  Polemik pembangunan proyek Underpass Gatot Subroto–Baros kembali menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, muncul perbedaan pernyataan antara optimisme Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dengan kekhawatiran yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah.

Sebelumnya, dalam salah satu pemberitaan media online pada 18 Mei 2026, disebutkan bahwa Pemerintah Kota Cimahi merasa was-was proyek underpass senilai Rp150 miliar tersebut terancam gagal lantaran waktu pelaksanaan yang semakin mepet dan pengerjaan fisik belum juga dimulai.

Pernyataan itu sontak menjadi perhatian masyarakat, terlebih karena sebelumnya Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, telah menyampaikan secara terbuka bahwa proyek underpass segera dimulai.

Hal itu disampaikan Ngatiyana saat menghadiri kegiatan entry meeting pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (13/5/2026). 

Dalam sambutannya di hadapan awak media dan masyarakat, Ngatiyana menegaskan pembangunan underpass ditargetkan mulai berjalan pertengahan Juni 2026 setelah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Underpass Cimahi segera dimulai, mohon doa restu masyarakat,” ujar Ngatiyana kala itu.

Ia juga mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas dukungan terhadap proyek strategis yang selama ini dinanti warga Cimahi demi mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan Baros.

Namun berbeda dengan nada optimistis sang wali kota, Kepala DPUTR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, justru mengungkapkan kekhawatiran besar terkait belum adanya kepastian pelaksanaan proyek tersebut.

Wilman menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan resmi maupun jadwal pasti pelaksanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang kewenangan penuh proyek underpass tersebut.

Meski Pemkot Cimahi sangat berharap proyek segera terealisasi, menurutnya belum adanya tanda-tanda pengerjaan fisik membuat pemerintah daerah diliputi rasa cemas proyek tersebut molor bahkan gagal dilaksanakan tahun ini.

Perbedaan pernyataan itulah yang kini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat dan insan pers Kota Cimahi.

“Jangan sampai masyarakat dibuat bingung dengan pernyataan-pernyataan yang berbeda seperti ini,” ujar salah seorang jurnalis Cimahi yang ikut meliput kegiatan tersebut.

Menurutnya, proyek sebesar underpass Baros bukan sekadar janji pembangunan biasa, melainkan harapan besar warga Kota Cimahi untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis yang selama ini terjadi di jalur perlintasan kereta api Gatot Subroto.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Cimahi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan penjelasan yang terbuka dan satu suara agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.

Kini warga hanya menunggu kepastian, apakah proyek underpass yang selama bertahun-tahun dinantikan benar-benar segera dimulai, atau justru kembali menjadi sekadar wacana pembangunan tanpa realisasi nyata.

     ( Mang Cu )


Ada Apa dengan Pernyataan Underpass Baros? Publik Cimahi Dibuat Bingung
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin