Tribunpandawa id, Cimahi - Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko menghadiri kegiatan Angkat Janji Praklinik Mahasiswa Tahun Akademik 2025–2026, peringatan Lustrum ke-20 STIKES Budi Luhur Cimahi, launching Balai Bahasa, serta peresmian Migran Center yang digelar di Kampus STIKES Budi Luhur Cimahi, Rabu (20/5/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut dihadiri Wali Kota Cimahi atau perwakilannya, jajaran Yayasan Pambudhi Luhur 1976, Ketua STIKES Budi Luhur Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D, civitas akademika, perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, hingga para orang tua mahasiswa peserta angkat janji praklinik.
Dalam sambutannya, Wahyu Widiatmoko menyampaikan apresiasi tinggi terhadap STIKES Budi Luhur Cimahi yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.“Momentum hari ini bukan sekadar agenda seremonial akademik, tetapi menjadi tonggak penting perjalanan institusi dalam memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia,” ujar Wahyu.
Ia menilai prosesi Angkat Janji Praklinik memiliki makna mendalam karena menjadi awal transformasi mahasiswa dari pembelajaran teoritis menuju praktik profesional di dunia kesehatan.
Menurutnya, profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan profesi kemanusiaan yang harus menjunjung tinggi etika, empati, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Janji yang diucapkan mahasiswa hari ini merupakan kontrak moral dan etik yang akan melekat sepanjang perjalanan profesi mereka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyoroti perjalanan panjang STIKES Budi Luhur yang kini memasuki usia 20 tahun atau Lustrum ke-20. Ia menyebut institusi pendidikan tinggi kesehatan memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat inovasi dan transformasi sosial.
“STIKES Budi Luhur telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkiprah di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut perguruan tinggi untuk mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya saing global.
Karena itu, Wahyu menyambut baik peluncuran Balai Bahasa STIKES Budi Luhur yang dinilai sebagai langkah visioner dalam meningkatkan kompetensi global mahasiswa.
“Saya berharap Balai Bahasa ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran bahasa, tetapi juga laboratorium budaya akademik internasional yang mampu melahirkan lulusan berstandar global,” tuturnya.
Selain Balai Bahasa, peresmian Migran Center juga mendapat perhatian khusus dari Ketua DPRD Kota Cimahi tersebut. Ia menilai keberadaan pusat layanan migran sangat penting sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan pekerja migran Indonesia.
“Kehadiran Migran Center menjadi langkah progresif yang menunjukkan kepedulian institusi terhadap isu kemanusiaan dan perlindungan masyarakat,” katanya.
Menurut Wahyu, pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari perlindungan hukum, kesehatan, hingga kesiapan sosial.
Karena itu, ia berharap Migran Center dapat menjadi pusat edukasi, konsultasi, advokasi, dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Wahyu Widiatmoko juga memberikan motivasi kepada mahasiswa peserta angkat janji praklinik agar terus meningkatkan kapasitas diri dan menjaga nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi kesehatan.
“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, peduli, tangguh, dan mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat,” pesannya.
Ia menegaskan DPRD Kota Cimahi bersama pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan Kota Cimahi.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat akademik. Momen angkat janji praklinik menjadi simbol kesiapan mahasiswa memasuki dunia pelayanan kesehatan profesional, sekaligus menandai komitmen STIKES Budi Luhur Cimahi menuju institusi pendidikan kesehatan yang unggul, modern, humanis, dan berkelas internasional.***