Kegiatan ini berlangsung di Cimahi Technopark dan melibatkan lintas instansi, mulai dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi, DP3AP2KB Kota Cimahi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, hingga Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, serta para pengurus SPPG.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Ngatiyana menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas relawan dan pengelola SPPG melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidang pangan.
Ia menyebut, langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memastikan kualitas pengelolaan pangan yang lebih profesional.
"Pelatihan ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG. Tujuannya agar makanan yang diberikan kepada anak-anak memiliki kualitas baik dan gizi seimbang demi masa depan bangsa,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi tahapan penting dalam proses sertifikasi keamanan pangan bagi relawan. Menurutnya, relawan memiliki peran krusial mulai dari proses memasak hingga penyajian makanan.
Ia mengungkapkan, dari total 52 SPPG di Kota Cimahi, sebanyak 36 sudah beroperasi namun sebagian belum memiliki sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS). Oleh karena itu, pelatihan diberikan kepada sekitar 800 relawan dalam dua hari, masing-masing 400 peserta per hari.
“Setelah pelatihan, kami akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ke seluruh SPPG. Pemeriksaan meliputi sampel makanan, alat masak, hingga kualitas air yang akan diuji di laboratorium terakreditasi di Bandung,” jelas Mulyati.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala melalui puskesmas dan tim terkait, guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga di seluruh SPPG.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di Kota Cimahi, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
(Mang Cu )
