Dalam sambutannya, Adhitia membawa kabar yang langsung disambut antusias para peserta dan pecinta sepak bola. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Cimahi tahun ini akan mulai membangun stadion baru sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan olahraga.
“Ada good news, tahun ini kita mulai bangun Stadion Krida di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Nantinya bisa dipakai untuk main, latihan, dan pertandingan,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga meluruskan isu terkait pembangunan Stadion Sangkuriang yang sempat dianggap terhenti. Menurutnya, proyek tersebut tetap berjalan dan bahkan ditargetkan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita targetkan saat masa kepemimpinan selesai di 2030, Stadion Sangkuriang harus jauh lebih baik lagi,” tegasnya.
Di hadapan para pemain muda, Adhitia menyampaikan pesan inspiratif bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari fasilitas mewah. Banyak pesepak bola hebat justru berawal dari lapangan sederhana.
“Walaupun Stadion Sangkuriang ini masih sederhana, insyaAllah kita bisa mencetak atlet-atlet sepak bola masa depan yang hebat,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pemkot Cimahi akan terus memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet muda. Sepak bola, menurutnya, bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pembentukan karakter generasi muda.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi juga perekat kebersamaan kita semua,” pungkasnya.
Turnamen Liga Jabar Istimewa sendiri merupakan ajang pembinaan usia dini yang digelar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan kategori umur 10, 12, 14, hingga 19 tahun.
Setiap daerah akan mengirimkan dua tim terbaik untuk berlaga di tingkat provinsi, membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah, termasuk Cimahi.***
