Para jurnalis mengaku harus berdebat dan adu argumen hanya untuk mendapatkan satu bungkus nasi kotak (nasi box) usai meliput jalannya sidang.
Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan peran mereka dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kami datang untuk meliput kegiatan resmi, tapi harus berdebat hanya untuk sekadar mendapatkan nasi box. Ini sangat disayangkan,” ujar salah satu jurnalis di lokasi.
Ketika dikonfirmasi, salah satu petugas administrasi hanya memberikan jawaban singkat. “Sudah habis,” ucapnya, tanpa penjelasan lebih lanjut terkait distribusi konsumsi tersebut.
Selain persoalan konsumsi, jurnalis juga menyoroti tingkat kehadiran anggota DPRD Kota Cimahi. Dari total 45 anggota dewan, disebutkan tidak seluruhnya hadir secara penuh dalam sidang paripurna tersebut.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan awak media, mengingat sidang paripurna merupakan agenda penting yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), pajak daerah, serta kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Para jurnalis berharap ke depan ada perbaikan dalam hal koordinasi dan penghargaan terhadap peran media, baik dari sisi pelayanan maupun keterbukaan informasi selama kegiatan resmi berlangsung.***
