BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Forkis Cimahi 2026–2031 Dideklarasikan, Menuju Kota Pelukis dan Pusat Seni Kreatif

Forkis Cimahi 2026–2031 Dideklarasikan, Menuju Kota Pelukis dan Pusat Seni Kreatif
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi - Semangat seni dan kolaborasi mengalir kuat! Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Forkis Cimahi 2026-2031 di Pendopo DPRD Kota Cimahi pasti jadi momen yang berkesan. 

Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memajukan seni dan budaya, sekaligus mempertegas seni rupa sebagai bagian penting dari identitas kreatif Kota Cimahi.

Kegiatan yang dirangkai dengan gelar karya serta lelang lukisan para pelukis Cimahi menjadi panggung kebangkitan seni rupa lokal,bertempat di Pendopo DPRD Cimahi,Sabtu 7/2/2026. 

Ragam lukisan yang dipamerkan tidak hanya menghadirkan kekayaan ekspresi artistik, tetapi juga memperlihatkan potensi besar sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, berhalangan hadir dan diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisbarpora) Drs. Dani Sebastian. 

Turut hadir Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko, perwakilan ASN, para seniman pelukis, serta jajaran pengurus lama dan baru Forkis. Kepengurusan Forkis kini resmi dipimpin Engkusnadi, menggantikan ketua sebelumnya Agus Hamdani.

Dalam sambutan dan keterangannya kepada awak media, Dani Sebastian menegaskan pentingnya membangun identitas seni bagi Kota Cimahi. 

Ia bahkan mengungkapkan gagasan agar Cimahi tidak hanya dikenal sebagai Kota Militer, tetapi juga berkembang menjadi Kota Pelukis.

“Deklarasi dan pelantikan ini menjadi langkah awal memperkuat eksistensi pelukis Cimahi agar mampu tampil di ajang yang lebih besar. Peran lembaga seni sangat penting untuk mengoordinasikan para pelaku seni rupa agar semakin terarah, berkembang, dan mampu membawa nama Cimahi lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seni lukis dan seni rupa memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus citra sebuah kota, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku seni.

“Kehadiran karya-karya seni lukis di Pendopo DPRD ini membuktikan kualitas luar biasa para pelukis Cimahi. Seni adalah ekspresi nurani yang menggambarkan jati diri, dan karya seni juga memiliki potensi ekonomi yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, Forkis diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya karya-karya berkualitas, memperluas jejaring antar seniman, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan DPRD dalam membangun ekosistem seni dan budaya berkelanjutan di Kota Cimahi. 

DPRD, lanjutnya, siap mendukung melalui kebijakan dan regulasi yang berpihak pada kemajuan pelaku seni dan ekonomi kreatif.

“DPRD Kota Cimahi membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku seni. Jika ke depan dibutuhkan regulasi untuk mendukung perkembangan seni dan budaya, kami siap membahasnya bersama demi kemajuan Kota Cimahi,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diwarnai antusiasme pengunjung dan kolektor dalam lelang lukisan. Sejumlah karya pelukis Cimahi berhasil menarik perhatian, menandakan bahwa seni lukis lokal memiliki daya tarik sekaligus nilai ekonomi yang menjanjikan.

Deklarasi dan pelantikan Forkis Cimahi periode 2026–2031 diharapkan menjadi tonggak baru bagi perkembangan seni rupa di Kota Cimahi bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai kekuatan budaya dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi, menuju Cimahi sebagai Kota Pelukis yang berdaya saing.

 (Mang Cu Bacuner's)

Forkis Cimahi 2026–2031 Dideklarasikan, Menuju Kota Pelukis dan Pusat Seni Kreatif
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin