BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Deklarasi Forkis Cimahi 2026–2031, Seni Lukis Bangkit dan Bernilai Ekonomi

Deklarasi Forkis Cimahi 2026–2031, Seni Lukis Bangkit dan Bernilai Ekonomi
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi -  Semangat seni dan kolaborasi mewarnai Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (Forkis) periode 2026–2031 yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Forkis dalam memajukan seni dan budaya, sekaligus memperkuat posisi seni rupa sebagai bagian dari identitas kreatif Kota Cimahi.

Acara yang dirangkai dengan gelar karya dan lelang lukisan para pelukis Cimahi tersebut menjadi momentum kebangkitan seni rupa lokal menuju panggung yang lebih luas. Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menampilkan kekayaan ekspresi, tetapi juga menunjukkan potensi ekonomi kreatif yang kian berkembang.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisbarpora) Drs. Dani Sebastian. Turut hadir Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko, perwakilan ASN, para seniman pelukis, serta jajaran pengurus lama dan baru Forkis.

Kepengurusan Forkis kini resmi dipimpin Engkusnadi, menggantikan ketua sebelumnya Agus Hamdani. Dalam sambutannya, Engkusnadi mengajak seluruh pelukis, baik generasi muda maupun senior, untuk terus berkolaborasi meningkatkan kualitas seni di Kota Cimahi.

“Forkis hadir sebagai wadah profesional bagi para pelukis Cimahi. Kami akan memperbaiki program yang masih kurang dan melanjutkan yang sudah baik. Dukungan Pemkot Cimahi sejauh ini cukup terasa, dan ke depan kami ingin Forkis semakin kuat serta mampu menjangkau pelukis dari berbagai wilayah, termasuk Bandung Barat,” ujarnya.

Menurut Engkusnadi, Forkis bukan sekadar ruang berkarya, tetapi juga penjaga eksistensi seni rupa Cimahi agar terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi para anggotanya.

Sementara itu, Pembina Forkis Cimahi yang juga menjabat Kabid Kebudayaan Kota Cimahi, Lucky, menegaskan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu membawa energi baru bagi perkembangan seni lukis di Kota Cimahi.

“Selamat kepada pengurus Forkis periode 2026–2031. Mudah-mudahan ini menjadi awal kekuatan baru seni rupa Cimahi. Forkis harus mampu mewadahi para insan seni, memperkuat kolaborasi, serta menunjukkan bahwa seniman Cimahi mampu mewarnai tingkat kota hingga provinsi,” ungkapnya.

Lucky juga menyoroti besarnya potensi ekonomi dari karya seni lukis. Ia berharap promosi karya pelukis Cimahi dapat diperluas melalui dukungan pemerintah dan sektor swasta, termasuk melalui kegiatan lelang lukisan yang menampilkan karya para maestro pelukis yang berdomisili di Kota Cimahi.

“Karya seni bukan hanya ekspresi budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan promosi yang tepat, lukisan pelukis Cimahi dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus sumber penguatan ekonomi kreatif.

Ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi pelukis muda,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah lukisan berhasil menarik perhatian pengunjung dan kolektor. Antusiasme pembeli menunjukkan bahwa karya pelukis Cimahi memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi menembus pasar yang lebih luas.

Deklarasi dan pelantikan Forkis 2026–2031 diharapkan menjadi tonggak baru bagi perkembangan seni rupa di Kota Cimahi tidak hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai kekuatan budaya dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

  (Mang Cu Bacuner's)

Deklarasi Forkis Cimahi 2026–2031, Seni Lukis Bangkit dan Bernilai Ekonomi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin