BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Kedekatan TPST Santiong Picu Kekhawatiran Orang Tua Siswa SDN Pambudi Dharma

Kedekatan TPST Santiong Picu Kekhawatiran Orang Tua Siswa SDN Pambudi Dharma
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi -  Keberadaan bangunan megah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong yang berdampingan langsung dengan SD Negeri Pambudi Dharma di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, menuai keluhan dari orang tua siswa. 

Salah satu orang tua murid kelas 1 yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan yang dirasakan anaknya.

Ia mengeluhkan anaknya kerap merasa mual saat berada di sekolah, yang diduga dipicu oleh bau tidak sedap dari aktivitas TPST Santiong. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang bagi para siswa.

Kepala SDN Pambudi Dharma, Adi Sofyadi Sulaeman, S.Pd, membenarkan adanya keresahan yang dirasakan pihak sekolah. Selain persoalan bau, ia menyebut getaran dari aktivitas mesin TPST juga menjadi perhatian serius.

“Yang dirasakan itu ada getaran, kemudian ada juga kekhawatiran terkait bau. Walaupun sekarang tidak selalu terasa, tapi bisa saja sewaktu-waktu tercium. Ini tentu berpotensi kurang sehat bagi peserta didik,” ujarnya.

Adi menambahkan, kekhawatiran utama pihak sekolah adalah keselamatan dan kenyamanan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 

Ia mengakui ada wacana relokasi sekolah, namun berharap lokasi pengganti tidak terlalu jauh dari tempat semula agar tidak menyulitkan orang tua siswa.

“Harapan kami kalau memang harus dipindahkan, jangan terlalu jauh. Orang tua juga mempertimbangkan jarak dan akses. 

Kami tentu mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan, yang penting lokasi baru benar-benar aman dan layak,” katanya.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sofwan, saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil langkah lanjutan. 

Kajian tersebut melibatkan konsultan dan tidak hanya menilai aspek lokasi, tetapi juga dampak sosial.

“Dari hasil kajian, termasuk masukan dari warga sekolah dan orang tua siswa, pada prinsipnya mereka bersedia jika dilakukan pemindahan, dengan catatan tetap memperhatikan akses dan lingkungan,” jelas Sofwan.

Ia menyebutkan bahwa rencana relokasi masih berada di kawasan sekitar, sambil menunggu kesiapan lokasi yang dinilai paling aman dan layak. 

Selain bau, getaran mesin TPST juga dilaporkan berdampak pada konsentrasi belajar, bahkan ada dugaan keretakan pada bangunan sekolah.

“Keluhan soal getaran ini memang perlu perhatian serius. Dampaknya bukan hanya ke kenyamanan belajar, tapi juga ke kondisi bangunan. Ini menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani tahun ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi prioritas utama.

(Mang Cu Bacuner's)


Kedekatan TPST Santiong Picu Kekhawatiran Orang Tua Siswa SDN Pambudi Dharma
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin