BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

BPBD Tekankan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Bencana

BPBD Tekankan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Bencana
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai jenis bencana alam.

Hingga saat ini, BPBD mencatat sedikitnya terdapat 10 titik rawan bencana di wilayah Kota Cimahi yang membutuhkan perhatian bersama.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan atau yang akrab disapa Andi, mengatakan bahwa upaya antisipasi terus dilakukan melalui program mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan kondisi kebencanaan di Kota Cimahi, Kamis (29/1/2026).

Menurut Andi, keterbatasan jumlah personel membuat BPBD tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

“Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat memahami cara menyelamatkan diri sesuai dengan jenis bencananya. Tidak mungkin semua penanganan hanya bergantung pada BPBD, kesiapan warga sangat menentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap jenis bencana memiliki karakteristik dan langkah penanganan yang berbeda. Untuk potensi gempa bumi, masyarakat diarahkan agar memahami jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman.

Sementara pada bencana banjir dan genangan, warga diimbau mengetahui lokasi pengungsian dan tempat berlindung.

“Kalau terjadi banjir, masyarakat harus tahu ke mana harus mengungsi. Saat angin kencang, harus paham tempat berlindung. Begitu juga saat kekeringan, masyarakat perlu mulai membiasakan penghematan air,” jelasnya.

Andi menegaskan bahwa fokus utama BPBD bukan semata-mata pada penyebab bencana, seperti sedimentasi atau penyempitan saluran air, melainkan pada kesiapan masyarakat dalam merespons bencana sejak awal.

“Penyebab bencana bisa beragam, tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa menyelamatkan diri dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Berdasarkan peta kerawanan BPBD, beberapa wilayah di Kota Cimahi masuk dalam kategori rawan bencana. Untuk potensi gempa bumi, kawasan sekitar Sesar Lembang dan Kelurahan Cipageran menjadi titik yang perlu diwaspadai.

Sementara itu, daerah rawan banjir dan genangan meliputi Kelurahan Melong serta kawasan limpasan air Cigugur. Adapun potensi tanah longsor teridentifikasi di wilayah Cireundeu dan Cigugur Tengah.

Meski demikian, Andi mengakui bahwa relokasi warga di kawasan rawan longsor tidak dapat dilakukan secara cepat karena membutuhkan kebijakan dan dukungan lintas sektor.

“Kami sebatas memberikan imbauan dan edukasi. Proses relokasi memerlukan kebijakan serta tahapan yang tidak singkat,” katanya.

BPBD Kota Cimahi juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia, janda, serta warga dengan keterbatasan fisik, agar mendapatkan pendampingan lebih optimal saat terjadi bencana.

“Bencana bersifat dinamis dan tidak sepenuhnya bisa diprediksi. Yang terpenting adalah kesiapan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat,” pungkas Andi.***

BPBD Tekankan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Bencana
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin