BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Wali Kota Cimahi Tegaskan UMKM Mandiri Kreatif Hadapi Era Digital

Wali Kota Cimahi Tegaskan UMKM Mandiri Kreatif Hadapi Era Digital
Ukuran huruf
Print 0


Tribunpandawa.id, Cimahi  -  Program "Teman UMKM Naik Kelas" merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di Cimahi. Dengan semangat transformasi, UMKM didorong untuk beradaptasi dengan era digital dan meningkatkan bisnis mereka. 

Semoga program ini dapat membantu UMKM Cimahi berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi strategis antara XLSMART, Sisternet, Teman UMKM Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi bukti bahwa penguatan UMKM membutuhkan sinergi lintas sektor.

Kerja sama ini menghadirkan ekosistem pendukung yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku usaha, mulai dari literasi digital, akses teknologi, hingga peningkatan kapasitas manajerial dan pemasaran.

Melalui program tersebut, UMKM tidak hanya diarahkan fokus pada penjualan jangka pendek, tetapi juga didorong membangun fondasi usaha yang kuat. Pemanfaatan teknologi digital, strategi pemasaran modern, serta pengelolaan usaha yang lebih profesional menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kemandirian dan kreativitas merupakan syarat utama bagi UMKM untuk tetap eksis di era digital yang bergerak sangat cepat.

“UMKM harus mandiri dan kreatif agar tetap bertahan, terlebih di era digital yang serba cepat,” ujarnya.

Menurut Ngatiyana, pembinaan UMKM merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini sejalan dengan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Ketangguhan UMKM pun telah teruji saat menghadapi krisis moneter 1998 hingga pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, meskipun Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, kekuatan sumber daya manusia menjadi modal utama pembangunan ekonomi. Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda selama tiga tahun, perekonomian Cimahi tetap bertahan dan menunjukkan tren peningkatan.

Saat ini, tercatat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM di Kota Cimahi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan. Jumlah tersebut terus bertambah dan menjadi penopang kehidupan puluhan ribu warga.

Melalui program UMKM Naik Kelas dan Wirausaha Baru, Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, termasuk dengan melibatkan lebih dari 110 UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan pembinaan. 

Program ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat.

Dampak positifnya mulai dirasakan. Tingkat pengangguran di Cimahi tercatat menurun dari sekitar 9 persen menjadi 8,3 persen, sementara angka kemiskinan juga turun hingga berada di kisaran 4,3 persen.

“Ini berkat kerja keras UMKM,” tegas Ngatiyana.

Selain sektor ekonomi, Ngatiyana juga menyoroti berbagai prestasi Kota Cimahi di bidang olahraga, seni, dan budaya. Mulai dari atlet renang yang meraih medali emas di Thailand hingga prestasi sepak bola dan cabang olahraga lainnya, seluruh capaian tersebut dinilai turut menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Walaupun hanya memiliki tiga kecamatan dan 15 kelurahan dengan penduduk yang padat, hampir 600 ribu jiwa, Cimahi mampu menunjukkan kemandirian dan kemajuan. UMKM adalah kekuatan kita,” pungkasnya.

Menutup sambutan, Ngatiyana mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi, menjaga kekompakan, dan membangun semangat kolaborasi demi mewujudkan Kota Cimahi yang semakin maju, mandiri, rukun, dan kondusif. 

 (Mang Cu Bacuner's)

Wali Kota Cimahi Tegaskan UMKM Mandiri Kreatif Hadapi Era Digital
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin