Tribunpandawa.id, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi kembali menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi inflasi dan memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan Gerakan Tanam Cabai (GERTAM PARTI) di lahan pertanian RW 21, Kelurahan Cipageran.Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan mengendalikan harga cabai di pasaran.
Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah.
Baca juga: 128-cpns-cimahi-siap-jalani-latsar.html
Kegiatan berlangsung dengan dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi Nurintan M.N.O. Sirait, perwakilan Dandim 0609/Cimahi, perwakilan Kapolres Cimahi, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tita Mariam, Camat Cimahi Utara Samsul Ma’arif, serta Lurah Cipageran Asep Hendrayana.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa GERTAM PARTI merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“Kami akan menanam cabai di sekitar 18 hektare lahan di Cipageran, melibatkan berbagai RW, termasuk RW 21, 19, 12, dan 13. Harapannya, kegiatan ini dapat mengangkat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Lahan Terbatas, Inovasi Jadi Kunci
Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 581 ribu jiwa di wilayah seluas 40 km², Cimahi menghadapi tantangan serius terkait minimnya lahan pertanian. Karena itu, optimalisasi ruang dan inovasi pertanian menjadi fokus utama.
“Walaupun lahan terbatas, kami berupaya memaksimalkan ruang yang ada. Kami ingin memenuhi kebutuhan cabai sekaligus mengajak masyarakat aktif bertani,” tegas Ngatiyana.Keberhasilan program ini, menurutnya, sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dengan kelompok tani dan kelompok wanita tani.
Inovasi pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menopang pengendalian inflasi.
Dukung Program MBG dan Pasokan Pasar Lokal
Pemkot Cimahi juga menargetkan hasil panen dari GERTAM PARTI untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Kota Cimahi. Langkah ini sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sistem Pangan dan Pangan Gratis (SPPG).
Ngatiyana menambahkan bahwa kawasan 18 hektare tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi budidaya cabai, tetapi juga akan dikembangkan untuk peternakan ayam dan produksi telur, sebagai bagian dari program ketahanan pangan pemerintah.
Petani Millenial Turut Terlibat
Ketua pelaksana kegiatan, Uden Mulyadi, melaporkan bahwa GERTAM PARTI menghadirkan semangat baru dengan melibatkan Kelompok Tani Millenial. Sekitar 36 petani muda akan menanam cabai keriting dan rawit di lokasi tersebut.
Untuk mendukung pelaksanaan, Dinas Pangan dan Pertanian memberikan bantuan berupa benih cabai, mulsa, hingga pelatihan teknis. Salah satu yang menjadi fokus adalah Sekolah Lapang (SL), di mana para petani dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya, penyemprotan, dan penggunaan pestisida yang aman.
“Kami ingin memastikan petani memiliki ilmu yang cukup agar hasil panen memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Uden.
Dampak Ekonomi Diharapkan Terasa Langsung
Hasil panen cabai nantinya akan diprioritaskan untuk dipasarkan di Pasar Cimahi dan beberapa pasar lainnya di wilayah kota. Dengan memproduksi cabai secara lokal, pemerintah berharap dapat menekan harga yang selama ini sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Gerakan Tanam Cabai ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan pertanian lain di Cimahi. Pemerintah optimistis program ini akan memberi dampak berkelanjutan bagi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Mang Cu Bacuner's)