Tribunpandawa.id, Cimahi —Suasana rapat paripurna DPRD Kota Cimahi memang menjadi hangat ketika H. Bambang Purnomo, Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, menyampaikan kritik tajam mengenai efektivitas penggunaan anggaran dalam penyusunan peraturan daerah (Perda) pada Kamis, 20 November 2025. Ini menunjukkan bahwa DPRD Kota Cimahi serius dalam mengawasi dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
DPRD Kota Cimahi sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan pengawasan, termasuk dengan mengadakan rapat paripurna dan musyawarah perencanaan pembangunan.
Baca juga: sembilan-kursi-roda-diberikan-harapan.html
Dengan nada tegas, ia mengingatkan seluruh unsur pimpinan dan anggota dewan agar tidak main-main dengan “uang rakyat” yang digunakan dalam setiap proses pembentukan regulasi.
Dalam penyampaiannya, Bambang menyoroti rencana pengurangan jumlah Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) dari sekitar 24 menjadi 16 rancangan. Komposisinya terdiri atas 6 usulan Pemerintah Kota Cimahi dan 10 inisiasi dari DPRD. Langkah ini disebutnya sebagai upaya efisiensi, namun sekaligus peringatan agar setiap rancangan benar-benar dituntaskan.
Kinerja Perda Disorot: Banyak yang Tidak Selesai, Biaya Membengkak
Bambang tak menutupi kekecewaannya terhadap catatan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah besar propemperda tidak selesai dibahas saat ia menjabat sebagai unsur pimpinan dewan.
"Pada saat saya jadi pimpinan itu propemperda banyak yang tidak dilaksanakan dan banyak tidak selesai," ujarnya.
Menurutnya, kegagalan menyelesaikan satu Perda bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga merugikan keuangan daerah. Ia menjelaskan, proses pembentukan Perda melibatkan pansus, studi banding, kunjungan kerja, hingga narasumber yang seluruhnya menelan anggaran besar.
"Kalau 16 ini sudah bisa habis berapa miliar? Ingat itu uang rakyat,” tegasnya, menggarisbawahi potensi pemborosan bila kinerja dewan tidak dibenahi.
Pesan Moral: Jangan Sampai Jadi “Dosa Jariah”
Tak hanya berhenti pada evaluasi teknis, Bambang juga memberikan pesan moral yang kuat. Ia meminta seluruh anggota dewan dan Walikota Cimahi untuk bekerja sungguh-sungguh bersama kepemimpinan baru demi kepentingan masyarakat.
"Hati-hati loh ini uang rakyat, jangan sampai kita ini berdosa sama rakyat, dosa jariah," ujarnya mengingatkan.
Bambang menekankan bahwa tanggung jawab wakil rakyat bukan hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Tuhan. Ia mengajak seluruh anggota DPRD melaksanakan tugas dengan penuh integritas sejak saat ini.
Ia juga menyinggung persepsi negatif publik yang kerap melihat dewan hanya sibuk melakukan kunjungan kerja tanpa hasil nyata.
Dengan peringatan keras ini, Bambang berharap DPRD Kota Cimahi dapat membuktikan diri sebagai lembaga yang benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar melengkapi agenda formalitas belaka.
(Mang Cu Bacuner's)
