TribunPandawa.id, Cimahi – Dalam upaya memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumber air bersih, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Kelompok Pengelola Prasarana dan Sarana Air Minum (KP2A) di Gedung Pandiga, Senin (20/10/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah Cimahi.
Dalam wawancara bersama awak media, Adhitia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat secara swadaya sangat dibutuhkan, mengingat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan air bersih warganya.
“Upaya swadaya masyarakat ini penting sekali. Untuk mengejar kebutuhan air bersih atau air minum bagi warga Cimahi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Dengan adanya sumur artesis yang dikelola oleh kelompok masyarakat, tentu sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” ujarnya.
Adhitia menambahkan, saat ini tercatat sebanyak 47 sumur artesis yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Cimahi.
Melalui kegiatan bimtek ini, DPKP memberikan pembinaan, peningkatan kapasitas, serta edukasi kepada para pengelola agar pengelolaan sumber air dilakukan secara berkelanjutan dan sesuai standar.
Lebih lanjut, Adhitia mengungkapkan bahwa Pemkot Cimahi terus berupaya memperluas jaringan pelayanan air bersih. Saat ini, layanan air bersih di Cimahi masih terbagi antara BLUD Air Minum milik Pemkot Cimahi, PDAM Tirtaraharja, serta beberapa kelompok masyarakat.
“Kita punya BLUD Air Minum yang melayani sekitar 8.000 pelanggan, lalu ada juga layanan PDAM Tirtaraharja yang sebagian mencakup wilayah Cimahi dan Bandung.
Namun, masih banyak wilayah yang belum terlayani. Untuk itu, kami terus menambah sambungan rumah baru (SR), seperti tahun ini di Cigugur dan Citeureup,” jelasnya.
Adhitia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dapat terus ditingkatkan agar akses air bersih bagi seluruh warga Cimahi dapat tercapai secara merata.
“Harapannya ke depan, pelayanan air bersih di Cimahi bisa lebih terintegrasi dan efisien, sehingga masyarakat mudah mendapatkan air bersih tanpa kebingungan soal layanan,” pungkasnya.
(Mang Cu Bacuner's)

