BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

"Cinta Sejati Orang Tua, Tak Pernah Menagih Balas Budi''

Ukuran huruf
Print 0

Tribunpandawa.id, Cimahi - Di balik keringat yang jatuh di ladang, di antara derit kayu becak dan langkah kaki di pasar, ada cinta tulus yang tak pernah meminta kembali.

 Itulah cinta orang tua cinta tanpa syarat, tanpa hitung-hitungan, tanpa nota tagihan.

Bagi wong cilik mereka yang hidup dalam sederhana, bekerja dari fajar hingga senja orang tua adalah segala.

 Mereka rela menahan lapar asal anaknya kenyang, rela memikul lelah agar anaknya bisa sekolah. 

Tak pernah mereka mencatat berapa banyak yang sudah dikorbankan. Karena bagi mereka, kebahagiaan anak adalah harga mati.

"Orang tua tak pernah menghitung pengorbanannya," kata seorang bapak penjual Cuanki yang mangkal di pinggir jalan Ciawitali Cimahi, sambil menatap foto anaknya yang kini bekerja di luar kota. “Cinta kami tak butuh balasan. Kami hanya ingin lihat mereka bahagia.”

Namun di zaman yang serba cepat ini, banyak anak yang mulai lupa. Terlena oleh pencapaian, lupa siapa yang dulu memapahnya berdiri. 

Padahal, sebesar apapun kesuksesan, tak akan lengkap jika lupa pada jasa orang tua.

Inilah kisah kehidupan wong cilik pengingat sederhana bahwa cinta sejati tak selalu terlihat mencolok, tapi selalu ada di belakang layar kehidupan  cinta seorang ibu yang diam-diam menangis saat anaknya gagal, dan cinta seorang ayah yang pura-pura tegar meski hatinya runtuh saat anaknya jauh.

Karena sejatinya, orang tua tidak butuh dibalas. Mereka hanya ingin satu hal  melihat anaknya hidup lebih baik dari mereka.

“Bahagiakanlah orang tuamu, selagi mereka masih ada. Karena waktu tak pernah bisa diputar kembali.”(Mang Cu Bacuner's)


"Cinta Sejati Orang Tua, Tak Pernah Menagih Balas Budi''
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin