BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Cimahi Diproyeksikan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah, Didukung World Bank

Cimahi Diproyeksikan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah, Didukung World Bank
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.Id,   CIMAHI    –  Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat upaya penanganan persoalan sampah dengan mengembangkan sistem pengolahan yang lebih modern dan berkelanjutan. 

Melalui program Indonesia Solid Waste Management Project (ISWMP), Kota Cimahi memperoleh dukungan pemerintah pusat dan Bank Dunia (*World Bank*) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah daerah.

Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, menghadiri kunjungan Kota Dampingan ISWMP dalam agenda *Implementation Support Mission*. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri, serta World Bank atas dukungan yang diberikan kepada Pemkot Cimahi dalam menangani persoalan persampahan.

Menurutnya, dukungan lintas lembaga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Kota Cimahi untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Bahkan, Kota Cimahi diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan (*role model*) dalam penerapan sistem pengolahan sampah yang lebih terintegrasi.

Kapasitas Pengolahan Ditargetkan 80 Ton per Hari.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan Pemkot Cimahi adalah mengoptimalkan infrastruktur pengolahan sampah di sejumlah titik, termasuk TPS Sentiong dan Lebak Saat.

Melalui program pendampingan ISWMP, Kota Cimahi mendapatkan dukungan mesin pengolah sampah yang ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 75 hingga 80 ton per hari.

Mesin tersebut direncanakan terpasang dan mulai beroperasi pada awal 2027. Selain itu, mesin pengolah sampah yang sebelumnya digunakan di Sentiong akan direlokasi ke kawasan Cikugur guna memperluas jangkauan layanan pengolahan sampah.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan volume sampah yang selama ini harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Dengan semakin optimalnya pengolahan di tingkat daerah, beban pengangkutan sampah menuju TPA diharapkan dapat berkurang secara bertahap.

Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci.

Tak hanya mengandalkan penambahan mesin dan infrastruktur, Pemkot Cimahi juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan memperkuat pemilahan sejak dari sumbernya, terutama rumah tangga.

Sampah yang telah dipilah diharapkan dapat diproses di lokasi pengolahan yang telah disiapkan sehingga tidak seluruhnya harus berakhir di TPA.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan, mengurangi volume sampah yang diangkut, sekaligus menekan biaya operasional pengangkutan dan pembuangan.

Keberhasilan program tersebut juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik dari rumah menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung sistem pengolahan yang lebih efektif.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lembaga internasional diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Kota Cimahi.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas pengolahan, serta keterlibatan masyarakat, Cimahi menargetkan pengelolaan sampah yang semakin optimal dan berkelanjutan.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Cimahi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  ( Mang Cu Bacuner's )

Cimahi Diproyeksikan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah, Didukung World Bank
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin