Tribunpandawa.id, PAPUA - Spesialis medan operasi dengan pengalaman dari Aceh hingga misi perdamaian PBB, Letjen TNI Lucky Avianto kini dipercaya memimpin Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.Nama Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. kembali menjadi perhatian setelah mendapat amanah sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu perwira yang memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan timur Indonesia, termasuk Papua dan Maluku.
Bukan tanpa bekal. Lucky merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996 dan meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik. Prestasi akademiknya berlanjut ketika ia tercatat sebagai lulusan terbaik Seskoad 2011 dan Sesko TNI 2019. Ia juga tercatat sebagai peserta terbaik akademik PPSA XXIV Lemhannas 2023.
DITEMPA BARET MERAH.
Karier Lucky tumbuh dari lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sejumlah penugasan di satuan elite tersebut membentuk pengalaman operasionalnya, termasuk keterlibatan dalam operasi di Maluku dan Aceh.
Pengalamannya tidak berhenti di dalam negeri. Lucky pernah menjalankan tugas sebagai Military Observer di Kongo pada 2009, kemudian dipercaya memimpin Batalyon Mekanis TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Rangkaian penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang perwira yang kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Komandan Grup 1/Para Komando Kopassus, Pangkoops Habema, Pangdam XXIV/Mandala Trikora, hingga akhirnya menjabat Pangkogabwilhan III.
PAPUA, MEDAN YANG BUKAN BARU.
Bagi Lucky Avianto, Papua bukan medan yang asing. Sebelum memimpin Kogabwilhan III, ia telah menjalankan sejumlah tugas strategis di kawasan tersebut.
Kini, sebagai Pangkogabwilhan III, Lucky memimpin komando yang wilayah kerjanya mencakup kawasan strategis timur Indonesia, meliputi Papua dan Maluku serta wilayah darat, laut, dan udara di sekitarnya.
Dalam menghadapi persoalan keamanan di Papua, pemberitaan mengenai kiprahnya menunjukkan adanya kombinasi antara langkah keamanan dan pendekatan kepada masyarakat. Lucky juga menyampaikan prinsip bahwa keselamatan rakyat menjadi dasar dalam pelaksanaan operasi.
Pendekatan kepada masyarakat terlihat dalam sejumlah kegiatan yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kesejahteraan warga Papua. Di sisi lain, Kogabwilhan III tetap menjalankan tugas pengamanan terhadap wilayah dan fasilitas yang dinilai memiliki kerawanan keamanan.
DARI BARET MERAH KE PAPUA.
Perjalanan Lucky Avianto memperlihatkan jejak panjang seorang perwira yang ditempa melalui pendidikan militer, pengalaman operasi dalam negeri, penugasan internasional, serta sejumlah jabatan strategis.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Pangkogabwilhan III, dengan tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di kawasan timur Indonesia sekaligus mendukung kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dari baret merah Kopassus, medan Aceh dan Maluku, hingga misi internasional kini Lucky Avianto memegang kendali komando pertahanan di kawasan timur Indonesia.Jika ingin, saya juga bisa buatkan , tanpa mengubah fakta utamanya.***