BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Zakat Diibaratkan Raksasa Tertidur, Adhitia Ajak BAZNAS Cimahi Bangkit Lebih Progresif

Zakat Diibaratkan Raksasa Tertidur, Adhitia Ajak BAZNAS Cimahi Bangkit Lebih Progresif
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi  –  Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, melontarkan analogi menarik saat membuka Seleksi Kompetensi Calon Pimpinan BAZNAS Kota Cimahi Periode 2026–2031 di Ruang Komputer Multimedia Cimahi Techno Park, Selasa (4/8/2026). 

Menurutnya, potensi zakat di Kota Cimahi ibarat "raksasa yang sedang tidur" dan harus dibangunkan agar mampu menjadi kekuatan besar dalam mengatasi persoalan sosial.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Cimahi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), perwakilan Kementerian Agama Kota Cimahi, serta 22 peserta yang lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan seleksi kompetensi.

Dalam sambutannya, Adhitia menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan keseimbangan kehidupan.

"Allah SWT selalu menggandengkan perintah salat dengan zakat. Itu menunjukkan bahwa zakat merupakan titik keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat," ujarnya.

Ia berharap para calon pimpinan BAZNAS yang terpilih nantinya mampu menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam mengelola zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Potensi zakat di Kota Cimahi saya ibaratkan seperti raksasa yang sedang tidur. Jika mampu dibangunkan, saya yakin zakat dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu mengurangi kemiskinan dan menjawab berbagai persoalan sosial," kata Adhitia.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang profesional akan menjadi mitra strategis pemerintah, terlebih di tengah kondisi disiplin fiskal yang membuat ruang anggaran pemerintah semakin terbatas.

Usai membuka kegiatan, Adhitia menjelaskan bahwa seleksi kompetensi merupakan tahapan lanjutan setelah proses seleksi administrasi. 

Seluruh hasil seleksi akan diserahkan kepada Kementerian Agama dan BAZNAS Pusat untuk menentukan calon pimpinan yang akan memimpin BAZNAS Kota Cimahi periode 2026–2031.

"Sebanyak 22 peserta mengikuti seleksi kompetensi dengan latar belakang yang beragam, mulai dari ulama, akademisi, praktisi, hingga unsur masyarakat lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu syarat utama calon pimpinan BAZNAS adalah memiliki integritas tinggi, minimal berpendidikan SMA atau sederajat, serta tidak terafiliasi dengan partai politik.

"Pengelola zakat harus independen. Karena yang paling utama dalam mengelola zakat adalah integritas dan amanah," tegasnya.

Adhitia berharap kepengurusan BAZNAS yang baru mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, tidak hanya di kalangan aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga seluruh warga Kota Cimahi.

"Kalau potensi zakat ini benar-benar bangkit, maka zakat bisa menjadi salah satu instrumen utama dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Itulah mengapa saya menyebut zakat sebagai raksasa yang sedang tidur, tinggal bagaimana kita bersama-sama membangunkannya," pungkasnya.

  ( Mang Cu )


Zakat Diibaratkan Raksasa Tertidur, Adhitia Ajak BAZNAS Cimahi Bangkit Lebih Progresif
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin