BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Gebyar Sepekan Mengejar Imunisasi, Cimahi Perkuat Perlindungan Anak dari Penyakit

Gebyar Sepekan Mengejar Imunisasi, Cimahi Perkuat Perlindungan Anak dari Penyakit
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,  CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui program Gebyar Sepekan Mengejar Imunisasi yang dirangkaikan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kegiatan tersebut digelar di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (12/8/2026), dan dihadiri langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Ketua TP PKK Kota Cimahi. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, para camat dan lurah se-Kota Cimahi, serta 13 kepala puskesmas.

Sejumlah unsur lintas sektor turut hadir, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kementerian Agama, organisasi profesi kesehatan, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati menegaskan bahwa program imunisasi tidak hanya menyasar anak-anak yang berada di sekolah formal. Anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga menjadi bagian penting dari sasaran program tersebut.

“Untuk kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berada di sekolah resmi, tetapi juga anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” ujar Mulyati.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan imunisasi. Pendataan anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga membutuhkan dukungan dari berbagai perangkat daerah.

Mulyati menyampaikan, penguatan imunisasi menjadi semakin penting menyusul adanya peningkatan kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I di sejumlah daerah di Jawa Barat.

“Alhamdulillah Pak Wali, untuk Kota Cimahi sampai saat ini berkat sinergi semua pihak belum ada kejadian KLB. Mudah-mudahan tidak pernah ada, karena kalau terjadi KLB tentu akan sangat merepotkan kita semua,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sepekan Mengejar Imunisasi dan BIAS. Salah satu target yang dikejar adalah terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity di seluruh wilayah Kota Cimahi.

Dinkes menargetkan cakupan imunisasi mencapai sedikitnya 93 persen, sehingga seluruh kelurahan di Kota Cimahi dapat mencapai tingkat kekebalan kelompok yang diharapkan.

“Targetnya adalah seluruh kelurahan yang ada di Kota Cimahi sudah masuk dalam kekebalan kelompok, dengan capaian 93 persen,” jelasnya.

Selain memperkuat kekebalan kelompok, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak sekaligus menekan angka kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Pelaksanaan Sepekan Mengejar Imunisasi dilakukan secara luas dengan memanfaatkan berbagai titik pelayanan. Mulai dari posyandu, puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri bidan turut menjadi bagian dari layanan imunisasi.

Pada Agustus ini, 13 puskesmas di Kota Cimahi juga menjalankan BIAS di berbagai satuan pendidikan, mulai dari SD/MI hingga jenjang pendidikan lainnya sesuai sasaran program.

Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga dan masyarakat, Dinkes berharap tidak ada lagi anak Cimahi yang terlewat mendapatkan imunisasi.

Imunisasi bukan sekadar suntikan, tetapi investasi perlindungan kesehatan anak dan benteng bersama untuk menjaga Cimahi tetap sehat.

  ( Mang Cu )

Gebyar Sepekan Mengejar Imunisasi, Cimahi Perkuat Perlindungan Anak dari Penyakit
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin