BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

250 Warga Bersuara, Fitriyani Siap Kawal Aspirasi ke DPRD Cimahi

250 Warga Bersuara, Fitriyani Siap Kawal Aspirasi ke DPRD Cimahi
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,  CIMAHI  -  Reses bukan sekadar datang, duduk, berbicara, lalu pulang. Bagi Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2024–2029, Fitriyani Angelina S., S.H., reses justru menjadi ruang untuk mendengar suara masyarakat secara langsung.

Hal itu terlihat saat Fitriyani melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tim Publikasi tersebut dihadiri sekitar 250 peserta.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana dialogis. Warga tidak hanya menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, tetapi juga menitipkan gagasan, masukan, serta harapan agar pembangunan di lingkungan mereka semakin tepat sasaran.

“Reses bukan sekadar agenda formal kelembagaan. Ini adalah ruang penting bagi saya untuk bertemu warga, mendengar langsung persoalan di lingkungan, dan memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan pembangunan Kota Cimahi,” ujar Fitriyani saat ditemui awak media.

Dari Jalan Lingkungan hingga UMKM.

Beragam aspirasi mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mulai dari persoalan infrastruktur lingkungan, pelayanan dasar, pemberdayaan UMKM, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.

Menurut Fitriyani, pertemuan tatap muka dengan masyarakat memiliki arti penting karena kondisi yang disampaikan warga secara langsung sering kali memberikan gambaran berbeda dibandingkan sekadar melihat data maupun laporan administratif.

Karena itu, seluruh aspirasi yang masuk akan didokumentasikan dan menjadi bahan untuk dibawa ke forum DPRD. Dengan begitu, suara masyarakat tidak berhenti sebagai catatan dalam sebuah pertemuan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembahasan program dan kebijakan daerah.

“Prinsipnya, kebijakan yang baik lahir dari mendengar. Dengan reses ini kita perkuat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat, agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Wakil Rakyat Jangan Berjarak dengan Warga

Bagi Fitriyani, reses sekaligus menjadi momentum untuk menjaga kedekatan antara wakil rakyat dengan konstituennya.

Kehadiran anggota DPRD secara langsung di tengah masyarakat dinilai penting, bukan hanya untuk menyerap aspirasi, tetapi juga mengetahui persoalan yang terjadi di lingkungan secara lebih utuh.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun gagasan. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tidak berjalan satu arah.

“Mari kita jaga Kota Cimahi bersama. Sampaikan ide dan keluhan, karena setiap suara warga sangat penting untuk kemajuan daerah kita,” pungkas Fitriyani.

Reses Fitriyani akhirnya bukan sekadar agenda pertemuan antara wakil rakyat dan konstituen. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan suara warga di lapangan dengan meja pengambilan kebijakan di DPRD.

Sebab, pembangunan yang tepat sasaran tidak selalu dimulai dari ruang rapat. Kadang, ia berawal dari suara sederhana warga yang mau didengar.

  (Mang Cu Bacuner's)


250 Warga Bersuara, Fitriyani Siap Kawal Aspirasi ke DPRD Cimahi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin