Tribunpandawa.id, CIMAHI – Yayasan Nur Al Rahman kembali menorehkan prestasi di dunia pendidikan dengan menjadi tuan rumah kunjungan belajar (lesson study) rombongan kepala sekolah dari Malaysia. Kegiatan yang berlangsung di SMP IT Nur Al Rahman, Kota Cimahi, Rabu (29/7/2026), ini difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, serta 37 guru dan kepala sekolah dari Malaysia.
Ketua Umum Yayasan Nur Al Rahman, Aji Rahman Baskoro, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya untuk menjadi lokasi studi banding internasional.
"Alhamdulillah, kami sangat senang bisa dikunjungi tamu-tamu dari Malaysia. Kami memang diminta untuk berbagi mengenai apa yang telah kami lakukan di Yayasan Nur Al Rahman.
"Kami terbuka untuk menunjukkan sistem pendidikan yang kami jalankan, sekaligus menerima masukan dari para peserta kunjungan," ujar Aji kepada awak media.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal membangun jejaring pendidikan yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin membangun hubungan jangka panjang agar ada kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan di Indonesia dan Malaysia, khususnya Kota Cimahi," katanya.
Aji menjelaskan, pembahasan mengenai bentuk kerja sama yang lebih konkret akan menjadi tindak lanjut antara kepala sekolah dari kedua negara.
"Nanti bisa didiskusikan bersama, kira-kira program apa yang bisa dikerjakan bersama. Kami sendiri sebelumnya juga pernah mengunjungi beberapa sekolah di Malaysia untuk belajar.
"Banyak pengalaman yang kami dapatkan, sehingga pertukaran seperti ini sangat menguntungkan kedua belah pihak," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai alasan Yayasan Nur Al Rahman dipilih sebagai lokasi kunjungan, Aji mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun ia menilai pendekatan pendidikan yang diterapkan di yayasannya menjadi salah satu daya tarik.
"Kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama, membangun karakter Qurani, dan membentuk jiwa kepemimpinan sejak dini. Anak-anak dilatih untuk mampu berkomunikasi dengan baik, mengatur dirinya sendiri, hingga nantinya mampu memimpin orang lain," jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman internasional bukan hal baru bagi Yayasan Nur Al Rahman.
Selain pernah melakukan kunjungan pendidikan ke Malaysia dan Singapura, yayasan tersebut juga beberapa kali menerima kunjungan akademisi dari berbagai negara.
"Kami pernah menerima kunjungan akademisi dari Jepang, Amerika Serikat, hingga perwakilan Kementerian Pendidikan Malaysia. Kalau tidak salah, ini merupakan kunjungan dari Malaysia yang ketiga," tuturnya.
Bagi Aji Rahman Baskoro, kehadiran puluhan pendidik dari Malaysia menjadi pengakuan bahwa inovasi pendidikan yang dikembangkan di Kota Cimahi mampu menarik perhatian dunia internasional.
Ia berharap sinergi yang terjalin dapat melahirkan berbagai program bersama yang semakin meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
( Mang Cu )