Tribunpandawa.id, CIMAHI – Setelah kurang lebih 83 tahun dikenal sebagai RSUD Cibabat, rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Cimahi itu kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Cimahi secara resmi menyosialisasikan hasil kajian rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung B RSUD Cibabat, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, kepala OPD, camat, lurah se Kota Cimahi, LPM, tokoh masyarakat, serta tim konsultan PT Mak Plus Indonesia yang mendampingi proses kajian perubahan identitas rumah sakit.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa perubahan nama bukan sekadar mengganti papan nama atau logo, melainkan sebuah langkah besar untuk mengubah paradigma pelayanan kesehatan."Mengapa kebanyakan orang datang ke rumah sakit ketika sudah sakit? Karena selama ini rumah sakit identik dengan rasa sakit, rasa takut, dan kecemasan. Ke depan paradigma itu harus berubah.
Rumah sakit harus menjadi tempat masyarakat menjaga kesehatan, berkonsultasi, belajar hidup sehat, sekaligus tempat yang memberikan harapan," ujarnya.
Menurut Ngatiyana, rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya merupakan transformasi menyeluruh yang bertujuan menghilangkan stigma negatif terhadap rumah sakit serta membangun budaya pelayanan yang lebih humanis, promotif, dan preventif.
Ia menekankan, masyarakat diharapkan datang ke rumah sakit bukan hanya ketika sakit parah, tetapi juga untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Proses perubahan identitas tersebut, lanjutnya, bukan keputusan yang diambil secara instan. Kajian dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari in-depth interview, Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat, internal rumah sakit, hingga finalisasi hasil kajian.
"Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan apresiasi kepada PT Mak Plus Indonesia yang telah membantu membaca harapan masyarakat, merumuskan identitas baru, sekaligus menyiapkan arah transformasi pelayanan kesehatan yang lebih kuat," katanya.
Ngatiyana menjelaskan, transformasi RSUD Wijaya Mulya harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pembaruan citra dan misi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pendekatan yang lebih humanis.
Menurutnya, identitas baru hanya akan bermakna apabila diikuti pelayanan yang cepat, tepat, ramah, mudah diakses, didukung teknologi digital, serta dilayani tenaga kesehatan yang profesional.
"Empati, senyum, sapaan, komunikasi yang baik, dan ketulusan melayani harus menjadi budaya kerja. Yang paling diingat pasien bukan hanya obat yang diberikan, tetapi bagaimana mereka diperlakukan," tegasnya.
Ngatiyana juga mengungkapkan filosofi di balik nama Wijaya Mulya, yang menurutnya terinspirasi dari makna Wijaya Kusuma dalam kisah pewayangan, sebagai simbol harapan, kehidupan, dan kesembuhan.
"Saya berharap ketika masyarakat mendengar nama RSUD Wijaya Mulya, yang terbayang bukan hanya gedung rumah sakit, tetapi sebuah tempat yang memberi rasa aman, harapan, pelayanan terbaik, dan menjadi mitra masyarakat untuk hidup lebih sehat," ungkapnya.
Ia berharap filosofi tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit, sekaligus menjadi semangat baru bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan.
"Layani pasien dengan hati, tulus dan ikhlas. Jangan membeda-bedakan siapa pun. Orang kaya maupun yang tidak mampu harus mendapatkan pelayanan terbaik, cepat, tepat, dan penuh rasa kemanusiaan.
"Mudah-mudahan yang datang berobat ke RSUD Wijaya Mulya pulang dengan harapan baru dan kesehatan yang kembali pulih," tutup Ngatiyana.
Perubahan nama menjadi RSUD Wijaya Mulya diharapkan menjadi tonggak transformasi pelayanan kesehatan di Kota Cimahi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan rumah sakit yang unggul, humanis, modern, dan semakin dicintai masyarakat.
( Mang Cu )