Tribunpandawa.id, Cimahi - Dalam kehidupan, tidak semua orang akan menyukai apa yang kita lakukan. Ada yang memberi tepuk tangan, ada pula yang melontarkan kritik. Itulah realitas yang tak bisa dihindari.Jika kebahagiaan kita bergantung pada pujian manusia, maka bersiaplah merasakan luka ketika kritik datang menghampiri.
Sebab, pujian dan celaan sama-sama bersifat sementara, mengikuti sudut pandang masing-masing orang.
Kebahagiaan sejati lahir ketika seseorang mampu menghargai dirinya sendiri, tetap berbuat baik tanpa haus pengakuan, dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk menyerah.Teruslah melangkah dengan niat yang tulus. Biarkan karya berbicara, biarkan waktu menjadi saksi.
Karena nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya pujian, melainkan oleh keteguhan hati dalam menjalani kebenaran dan memberikan manfaat bagi sesama.
"Jika kebahagiaanmu bergantung kepada pujian manusia, maka kritik akan menjadi luka yang paling dalam. Namun jika kebahagiaanmu bersandar pada ketulusan hati, pujian maupun kritik hanyalah bagian dari perjalanan hidup."
( Mang Cu )