Tribunpandawa.id, CIMAHI – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Alun-Alun Kota Cimahi, Selasa (16/6/2026), berlangsung meriah dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Namun di tengah antusiasme masyarakat, muncul sorotan terkait fasilitas tenda yang dinilai kurang memadai untuk menampung seluruh peserta.
Dalam tausiahnya, KH Muhammad Ubaidillah AB, M.Pd., secara terbuka menyinggung ukuran tenda yang dinilai terlalu kecil sehingga banyak jamaah, khususnya kaum ibu, harus bertahan di bawah terik matahari.
Kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan jamaah yang hadir dalam kegiatan keagamaan berskala besar tersebut. Meski demikian, suasana acara tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Menanggapi hal itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cimahi dan Ketua DKM Masjid Agung Kota Cimahi, Deden Hidayat, S.Ag., S.E., M.H., mengakui bahwa kapasitas tenda memang belum mampu mengakomodasi seluruh jamaah yang hadir."Benar, ukuran tenda yang tersedia masih kurang besar sehingga banyak jamaah, terutama ibu-ibu, yang kepanasan. Insya Allah ke depan hal ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan kami perbaiki agar tidak terulang kembali," ujar Deden kepada awak media.
Menurutnya, kegiatan peringatan 1 Muharram tahun ini menjadi pembuka rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Cimahi ke-25 yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
"Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Hadir berbagai unsur masyarakat, lembaga keagamaan, para ulama, tokoh masyarakat, Forkopimda, kepala OPD, hingga Bapak Wali Kota Cimahi.
"Jamaah dari 15 kelurahan juga turut hadir sehingga kegiatan berjalan khidmat, aman, dan lancar," katanya.
Deden menjelaskan, penataan panggung sengaja dibuat menghadap ke arah tertentu untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi jamaah, khususnya ibu-ibu dan anak-anak yang membutuhkan fasilitas umum seperti kamar kecil.
Namun demikian, pihak panitia mengakui bahwa jumlah jamaah yang membludak di luar perkiraan membuat area tenda tidak mampu menampung seluruh peserta secara optimal.
"Masukan dari para ulama dan masyarakat menjadi catatan penting bagi kami. Ke depan, jika kegiatan serupa kembali dilaksanakan di Alun-Alun Cimahi, kebutuhan tenda dan fasilitas pendukung akan lebih diperhatikan agar seluruh jamaah dapat mengikuti acara dengan nyaman," ungkapnya.
Deden berharap momentum Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan semangat keagamaan masyarakat sesuai visi Kota Cimahi sebagai kota yang agamis.
"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini ukhuwah Islamiyah antara masyarakat, pemerintah, ulama, dan umara semakin kuat serta terus terjalin dengan baik demi kemajuan Kota Cimahi," pungkasnya.***