Tribunpandawa.id, CIMAHI – Suasana haru dan bahagia mewarnai pengambilan rapor kenaikan kelas yang berlangsung hampir serentak di berbagai SD dan SMP di Kota Cimahi, Kamis (25/6/2026). Ribuan orang tua siswa mendatangi sekolah untuk menerima hasil belajar putra-putri mereka selama satu tahun ajaran.
Salah satu sekolah yang dipadati orang tua siswa adalah SMP Pasundan 1 Cimahi yang berlokasi di Jalan Ciawitali. Meski berstatus sekolah swasta, semangat dan kebanggaan para orang tua tidak kalah dengan sekolah negeri lainnya.
Seorang orang tua siswa kelas 7C yang ditemui awak media mengaku bersyukur karena anaknya berhasil naik ke kelas 8.
"Alhamdulillah hari ini pengambilan rapor di SMP Pasundan 1 berjalan lancar. Anak saya dari kelas 7C naik ke kelas 8C. Kami sebagai orang tua tentu sangat bersyukur dan bangga," ujarnya.
Menurutnya, memilih sekolah bukan soal gengsi ataupun status negeri dan swasta. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu mendidik, membina karakter, dan membantu siswa meraih prestasi.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa minder menyekolahkan anak di SMP Pasundan 1.
Justru selama ini ia melihat perkembangan yang positif pada anaknya, baik dalam bidang akademik maupun kedisiplinan.
"Kami tidak merasa minder anak kami sekolah di SMP Pasundan 1. Yang penting anak nyaman belajar, mendapat pendidikan yang baik, dan bisa terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.
Momentum pembagian rapor tidak hanya menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan belajar para siswa.
Di balik angka-angka yang tertulis dalam rapor, tersimpan kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru yang mendampingi proses pendidikan selama satu tahun penuh.
Bagi banyak orang tua di Kota Cimahi, keberhasilan anak naik kelas merupakan kebahagiaan tersendiri.
Tak peduli sekolah negeri maupun swasta, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Semangat itulah yang tampak di SMP Pasundan 1 Cimahi. Di tengah ramainya pengambilan rapor, senyum para orang tua menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari nama sekolah semata, melainkan dari proses dan hasil yang diraih anak-anak mereka.***