Tribunpandawa.id, CIMAHI – Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Alun-Alun Kota Cimahi, Selasa (16/6/2026), saat ribuan jamaah menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tingkat Kota Cimahi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Cimahi ke-25 tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama unsur Ktua DPRD Cimahi, Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Peringatan Tahun Baru Islam kali ini mengusung tema “Melalui Peringatan Tahun Baru Islam Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah Menuju Cimahi Mantap, Happy Lahir dan Batin.” Tema tersebut menggambarkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terus dibangun demi mewujudkan Kota Cimahi yang semakin maju dan harmonis.Acara semakin semarak dengan kehadiran sejumlah ulama dan dai ternama, di antaranya Mamah Dedeh, KH Muhammad Ubaidillah AB, M.Pd., KH Ahmad Salimul Apip, serta KH Hariri Abdul Aziz Azmatkhan yang memberikan tausiah dan pesan-pesan keislaman kepada para jamaah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berpindah dari yang biasa menjadi lebih baik, dari yang lemah menjadi lebih kuat, dari yang terpecah menjadi lebih bersatu, dan dari yang hanya berharap menjadi berani mengambil tanggung jawab," ujar Ngatiyana.
Menurutnya, peringatan 1 Muharram bukan hanya seremonial keagamaan, melainkan pengingat penting tentang nilai-nilai perubahan, persatuan, dan kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ngatiyana juga menegaskan bahwa usia 25 tahun Kota Cimahi bukan sekadar angka perjalanan waktu, tetapi menjadi penanda kedewasaan dalam membangun daerah serta menyelesaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat.
"Ukhuwah Islamiyah bukan hanya tentang berkumpul atau bertemu, tetapi bagaimana kita saling peduli, saling menjaga, saling menguatkan, dan bergotong royong untuk kemajuan bersama," katanya.
Ia menambahkan, kebahagiaan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan dari seberapa besar masyarakat merasa didengarkan, dilindungi, dan memiliki harapan terhadap masa depan yang lebih baik.
Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengajak para pemimpin wilayah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai ruang refleksi bersama.
"Sudahkah kita menjadi pemimpin yang adil, orang tua yang hadir untuk anak-anaknya, anak yang berbakti kepada orang tua, tetangga yang peduli, dan warga yang bertanggung jawab? Karena masa depan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kebersamaan dan kontribusi seluruh masyarakat," tuturnya.
Menutup sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25 yang akan mencapai puncaknya pada 27 Juni mendatang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan HUT Kota Cimahi. Semoga semuanya berjalan lancar, penuh keberkahan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cimahi," pungkasnya.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Ribuan jamaah yang memadati Alun-Alun Cimahi tampak mengikuti rangkaian acara hingga selesai sebagai bentuk syukur sekaligus harapan agar Kota Cimahi semakin maju, religius, harmonis, dan membahagiakan seluruh warganya.
( Mang Cu )