Tribunpandawa.id, CIMAHI – Peringatan Hari Jadi Kota Cimahi yang digelar melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi pada Minggu (21/6/2026) di Gedung DPRD Kota Cimahi menuai sorotan. Ketua Umum LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Andi Halim, mengaku kecewa terhadap pidato yang disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira dan Ketua DPRD Kota Cimahi,Wahyu Widiatmoko, karena dinilai tidak memberikan penghormatan kepada para tokoh yang berperan dalam perjuangan pembentukan Kota Cimahi.
Paripurna yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat serta sejumlah tokoh masyarakat, termasuk para pejuang yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Otonomi Kota Cimahi.
Usai menghadiri rapat paripurna, Andi Halim menyampaikan kritiknya kepada awak media. Menurutnya, terdapat kejanggalan dalam pidato para pimpinan daerah yang tidak menyinggung sama sekali peran Sekber Otonomi Kota Cimahi sebagai bagian penting dari sejarah lahirnya daerah tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih atas undangan Ketua DPRD sehingga dapat hadir dalam rapat paripurna Hari Jadi Kota Cimahi. Namun ada beberapa catatan yang menurut saya kurang baik dan terasa janggal," ujar Andi Halim.
Ia menjelaskan, sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Cimahi telah memaparkan secara rinci perjalanan sejarah Kota Cimahi, mulai dari masa pembangunan Jalan Raya Pos oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels hingga proses perkembangan wilayah yang akhirnya menjadi Kota Cimahi.
Namun, menurut Andi, ketika memasuki sambutan Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD, tidak ada satu pun penyebutan atau penghargaan kepada Sekber Otonomi Kota Cimahi maupun para tokoh yang memperjuangkan pemekaran daerah tersebut.
"Saya melihat Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD seolah melupakan sejarah. Padahal para pendiri dan pejuang otonomi Kota Cimahi masih hidup dan bahkan hadir langsung dalam ruangan paripurna," katanya.
Andi menilai, sebagai pemimpin daerah, sudah sepatutnya memberikan penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa dalam berdirinya Kota Cimahi.
Menurutnya, pengakuan terhadap sejarah merupakan bagian penting dalam membangun identitas dan karakter sebuah daerah.
"Sebagai wakil wali kota yang mewakili wali kota dalam rapat resmi, seharusnya mengingat dan menghargai para pendiri Kota Cimahi. Begitu juga Ketua DPRD.
"Saya menilai kurang bijak jika tidak menyapa atau menyebut para tokoh Sekber Otonomi yang hadir di depan mereka," tegasnya.
Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa penghormatan terhadap sejarah bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan bentuk penghargaan kepada perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi berdirinya Kota Cimahi.
"Pembangunan daerah tidak boleh membuat kita melupakan sejarah. Kota Cimahi berdiri karena perjuangan banyak pihak. Mereka layak dikenang dan dihormati dalam setiap momentum penting hari jadi kota," pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi yang mengusung semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perjalanan sejarah kota dari masa ke masa.***