Tribunpandawa.id, CIMAHI – Tidak semua tokoh dikenang melalui patung atau monumen. Sebagian diabadikan melalui nama jalan yang setiap hari dilalui ribuan orang. Di Kota Cimahi, salah satu nama yang kini terpatri dalam ruang publik adalah R. Soedarna Tresna Manggala (Soedarna TM), birokrat legendaris yang jejak pengabdiannya membentang dari Cimahi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25, nama Soedarna TM kembali menjadi perbincangan. Pemerintah Kota Cimahi secara resmi mengabadikan namanya menjadi salah satu ruas jalan strategis di kota ini. Peresmian Jalan Soedarna Tresna Manggala dilakukan oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada awal tahun 2026 bersamaan dengan peresmian Jalan Dann Suganda.
Lebih dari sekadar penamaan jalan, langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang pernah meletakkan fondasi penting bagi perjalanan pemerintahan Cimahi.
Dari Dunia Akademik Menuju Puncak Birokrasi.
Perjalanan Soedarna TM menuju puncak birokrasi tidak lahir secara instan. Kiprahnya bermula ketika Pemerintah Kabupaten Bandung pada masa kepemimpinan Bupati R. Memed Ardiwilaga menggandeng IKIP Bandung untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintahan.
Saat itu, IKIP Bandung merekomendasikan tiga nama akademisi muda berbakat, yakni Soedarna TM, Didi Sudiadi, dan Harun Al Rasyid. Dari ketiga nama tersebut, Soedarna TM kemudian menjelma menjadi salah satu birokrat paling berpengaruh di Jawa Barat.
Kariernya terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis. Ia pernah mengemban tugas sebagai Mantri Polisi, Camat, Wedana, hingga Kepala Sub Direktorat Pemerintahan. Setiap posisi dijalani dengan dedikasi yang membuat namanya semakin diperhitungkan di lingkungan pemerintahan.
Membangun Fondasi Cimahi Modern.
Nama Soedarna TM memiliki arti penting dalam sejarah Kota Cimahi. Pada periode 1976–1980, ia dipercaya menjadi Wali Kota Administratif Cimahi pertama.
Jabatan tersebut menjadi tonggak bersejarah karena pada masa itulah fondasi tata kelola pemerintahan Cimahi mulai dibangun secara lebih terstruktur. Di tengah berbagai keterbatasan saat itu, Soedarna TM berhasil mengawali langkah pembangunan yang kemudian menjadi pijakan bagi perkembangan Cimahi hingga menjadi kota otonom seperti sekarang.
Banyak kalangan menilai keberhasilannya terletak pada kemampuannya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat sistem pelayanan publik yang efektif.
Menembus Panggung Jawa Barat.
Keberhasilan memimpin di tingkat daerah membuka jalan bagi karier yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan tugasnya di Cimahi, Soedarna TM dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari Sekretaris Daerah Kota Bandung, Bupati Purwakarta, Kepala BP7 Jawa Barat, hingga mencapai posisi bergengsi sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.
Jejak karier tersebut menjadikannya salah satu figur birokrasi yang sering dijadikan teladan oleh generasi aparatur sipil negara. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang diemban, tetapi juga oleh integritas, profesionalisme, dan konsistensi dalam melayani masyarakat.
Nama Jalan yang Menyimpan Sejarah
Pemerhati pemerintahan daerah, Djamukertabudi, menilai pengabadian nama tokoh lokal melalui nama jalan memiliki makna strategis dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat.
Menurutnya, sebuah nama jalan bukan sekadar petunjuk arah, melainkan ruang edukasi yang menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah daerahnya.
Di Kota Cimahi sendiri, sejumlah ruas jalan telah menggunakan nama tokoh penting yang memiliki kontribusi besar bagi daerah maupun bangsa. Di antaranya Jalan Amir Machmud, Jalan Mintaredja, Jalan Kolonel Masturi, Jalan Demang Hardjakusumah, Jalan Gandawidjaja, Jalan Encep Kartawiria, Jalan Dann Suganda, hingga kini Jalan Soedarna TM.
Masing-masing nama menyimpan kisah perjuangan, pengabdian, dan kepemimpinan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Cimahi.
Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu.
Bagi generasi muda, nama Soedarna TM mungkin hanya terlihat sebagai papan penunjuk jalan. Namun di balik nama tersebut tersimpan kisah seorang birokrat yang mengabdikan hidupnya untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum Hari Jadi Kota Cimahi ke-25 menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengenang jasa para pendahulu.
Sebab kemajuan sebuah kota tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui kerja keras, pengorbanan, dan visi panjang para tokoh yang telah meletakkan fondasinya.
Kini, nama Soedarna Tresna Manggala tidak hanya tercatat dalam arsip sejarah, tetapi juga terpatri di jalan yang akan dilalui generasi demi generasi.
Sebuah penghormatan yang menegaskan bahwa dedikasi tulus untuk masyarakat akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang.***