Tribunpandawa.id, CIMAHI – Di tengah kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi, Lembaga Kajian Strategis dan Lingkar Studi (KATALIS) memilih memberikan "hadiah" yang berbeda. Bukan berupa seremoni atau hiburan, melainkan investasi pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop bertajuk "Speak to Lead" yang ditujukan bagi mahasiswa dan para fresh graduate.Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/6/2026) itu lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka pengangguran yang masih menjadi tantangan besar di Kota Cimahi. Melalui pelatihan pengembangan diri tersebut, KATALIS berharap generasi muda memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat untuk bersaing di dunia kerja.
Direktur Eksekutif KATALIS Kota Cimahi, Virlana Rahmansyah, menegaskan bahwa peringatan HUT Kota Cimahi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah."Hari Jadi Kota Cimahi bagi kami bukan sekadar seremoni. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi kritis untuk melihat berbagai tantangan yang masih dihadapi Kota Cimahi, salah satunya persoalan pengangguran yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya.
Menurut Virlana, kondisi tersebut membutuhkan langkah konkret yang mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang akan memasuki dunia kerja.
Melalui workshop "Speak to Lead", peserta dibekali kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pengembangan kepercayaan diri, serta berbagai keterampilan lunak (soft skill) yang dinilai menjadi kebutuhan utama di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Direktur KATALIS Kota Cimahi, Mohamad Sirojudin Nawawi, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata lembaganya terhadap pembangunan Kota Cimahi.
"Kegiatan Speak to Lead ini merupakan hadiah ulang tahun murni dari KATALIS untuk Kota Cimahi yang ke-25. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda Cimahi," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan secara mandiri tanpa dukungan anggaran maupun operasional dari pihak mana pun, termasuk Pemerintah Kota Cimahi.
"Semua ini murni lahir dari kepedulian kami. Tidak ada dukungan pendanaan dari pihak luar. Kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap pembangunan daerah dapat dilakukan dari berbagai cara, salah satunya melalui peningkatan kapasitas generasi muda," tegasnya.
Manfaat kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Febby Nur Anisa, fresh graduate asal Cipageran, Kota Cimahi, yang mengaku memperoleh banyak pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti pelatihan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Banyak ilmu yang tidak kami dapatkan di bangku kuliah. Selain menambah wawasan, pelatihan ini juga meningkatkan rasa percaya diri kami untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya," ungkap Febby.
Melalui momentum HUT Kota Cimahi ke-25, KATALIS juga menyampaikan pesan kepada seluruh pemangku kebijakan agar lebih serius memperhatikan persoalan ketenagakerjaan, khususnya bagi generasi muda.
Lembaga tersebut mendorong hadirnya kebijakan yang mampu memperluas akses lapangan pekerjaan, meningkatkan transparansi informasi bursa kerja lokal, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif bagi para pencari kerja.
Menurut KATALIS, generasi muda tidak cukup hanya dibekali keterampilan dan kompetensi. Mereka juga membutuhkan ruang, kesempatan, serta dukungan nyata agar mampu berkarya dan berkontribusi di kota tempat mereka dilahirkan.
Di usia perak Kota Cimahi, workshop "Speak to Lead" menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik semata, tetapi juga dari keseriusan dalam membangun kualitas manusianya. Sebab di tangan generasi muda yang kompeten dan percaya diri, masa depan Cimahi akan ditentukan.***