BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Sampah Menggunung di Rancabentang Cimahi, Wali Kota Ngatiyana Turun Langsung ke Lokasi

Sampah Menggunung di Rancabentang Cimahi, Wali Kota Ngatiyana Turun Langsung ke Lokasi
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi – Tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Rancabentang RW 26, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, kembali menjadi sorotan warga karena menimbulkan bau menyengat dan mengganggu arus lalu lintas.

Kondisi tersebut membuat sebagian badan jalan hampir tertutup sampah sehingga pengendara terpaksa memperlambat kendaraan saat melintas di kawasan tersebut.

Menanggapi situasi itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung meninjau lokasi pada Senin (25/5/2026).


Ia meminta agar sampah yang menumpuk segera diangkut demi menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

“Ada tumpukan sampah, ini harus segera diangkut. Saya harapkan kita semua menyadari bahwa sampah Cimahi setiap hari mencapai 250 ton yang harus dibuang,” ujar Ngatiyana saat berada di lokasi.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah berada di depan kantor UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Aroma tidak sedap tercium cukup kuat di sekitar area tersebut.

Ngatiyana menjelaskan, keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi salah satu kendala utama penanganan sampah di Kota Cimahi.

Menurutnya, Kota Cimahi hanya mendapat kuota sekitar 14 truk per hari atau setara 60 ton sampah untuk dibuang ke Sarimukti. Sementara sisanya, sekitar 190 ton per hari, harus diolah di wilayah Kota Cimahi sendiri.

“Kapasitas di Sarimukti sangat terbatas. Maka sebagian besar sampah harus diolah di Cimahi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah RW 26 Cibeureum belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selama ini sampah warga dikumpulkan di titik transit sebelum diangkut armada utama.

Namun keterlambatan kedatangan kendaraan pengangkut membuat sampah sempat menginap di pinggir jalan hingga menumpuk.

“Biasanya seminggu sekali diambil. Karena mobil pengangkut tidak datang sesuai jadwal, akhirnya sampah tertahan satu hari di lokasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 26 Cibeureum, Ajid Ago, membenarkan bahwa sampah tersebut berasal dari warga di lingkungan RW setempat. Ia menyebut penumpukan dipicu kesalahpahaman jadwal pengangkutan di tingkat RT.

“Warga mengira hari Sabtu ada pengangkutan, jadi sampah sudah dibuang lebih awal ke titik transit ini,” ujar Ajid.

Ia menegaskan lokasi tersebut bukan TPS resmi, melainkan hanya tempat transit sementara sebelum sampah dipindahkan ke armada pengangkut utama.

“Biasanya tidak pernah sampai menumpuk seperti ini. Hitungan jam biasanya langsung terangkut,” tambahnya.

Selain di Jalan Rancabentang, Ngatiyana menyebut tumpukan sampah juga terjadi di kawasan Jalan Pesantren. Pemerintah Kota Cimahi memastikan seluruh titik penumpukan akan segera dibersihkan agar tidak mengganggu lalu lintas maupun kesehatan warga.

Wali Kota Cimahi juga mengimbau masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah agar proses pengolahan dan pengangkutan menjadi lebih mudah.

“Organik bisa diolah, anorganik bisa dipisahkan sehingga tidak bercampur dan memudahkan proses pengangkutan,” tandasnya.

 ( Mang Cu )



Sampah Menggunung di Rancabentang Cimahi, Wali Kota Ngatiyana Turun Langsung ke Lokasi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin