BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Polda Jabar Utamakan Transparansi Rekrutmen Anggota Polri

Polda Jabar Utamakan Transparansi Rekrutmen Anggota Polri
Ukuran huruf
Print 0


Tribunpandawa.id,  Bandung - Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Barat, Fadly Samad menegaskan proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri Tahun 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat dilaksanakan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka agar para peserta dapat langsung mengetahui hasil yang diperoleh pada setiap ujian. Sistem transparansi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan proses penerimaan anggota yang objektif dan bebas dari praktik kecurangan.

“Selesai tes nilai langsung terpampang di layar, semua peserta bisa melihat hasilnya, baik nilainya sendiri maupun peserta lain,” ujar Fadly Samad dalam keterangannya, Kamis (27/5/2026).

Ia menjelaskan, metode seleksi terbuka berbasis teknologi telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir. Melalui sistem tersebut, peserta bukan hanya mengetahui hasil tes secara real time, tetapi juga diberikan ruang untuk melakukan koreksi apabila ditemukan ketidaksesuaian nilai saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Peserta tes ketika merasa nilainya tidak sesuai, diberikan kesempatan untuk mengoreksi kepada panitia. Mereka juga sudah mengetahui bobot penilaian akademik, psikologi, maupun jasmani. Dengan sistem terbuka ini, calon taruna bisa menghitung sendiri hasil yang diperoleh,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan seleksi dilakukan secara berlapis. Selain melibatkan pengawasan internal dari Itwasda dan Bid Propam, proses penerimaan juga diawasi unsur eksternal dari organisasi masyarakat guna memastikan seluruh tahapan berjalan profesional, jujur, dan transparan.

Fadly Samad menegaskan bahwa seluruh proses seleksi menjunjung tinggi integritas dan prinsip meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi. Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu karena seluruh hasil murni ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing.

Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, dilanjutkan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal), pemeriksaan kesehatan tahap pertama (rikkes 1), hingga tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Setelah itu peserta mengikuti tes akademik, komputer, Mental Ideologi (MI), serta Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).

Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan tahap kedua (rikkes 2), tes kesamaptaan jasmani, wawancara PMK dan psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) sebagai tahapan penentu kelulusan akhir.

Untuk menjaga integritas seleksi, setiap peserta juga menjalani pemeriksaan ketat sebelum memasuki ruang ujian guna memastikan tidak membawa alat komunikasi maupun perangkat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.

“Tes CAT ini dirancang untuk mengukur potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” tutur Fadly Samad.

Sementara itu,Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Barat, Condro Sasongko menyebut keterbukaan proses seleksi menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polda Jabar memastikan tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Setiap peserta yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria kemampuan dan integritas,” ujar Condro Sasongko.

Melalui sistem seleksi yang profesional, objektif, dan transparan, Polda Jawa Barat berharap mampu melahirkan calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di masa depan.***

Polda Jabar Utamakan Transparansi Rekrutmen Anggota Polri
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin