BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Jelang SPMB 2026, Antrean Aktivasi IKD di Cimahi Melonjak Drastis

Jelang SPMB 2026, Antrean Aktivasi IKD di Cimahi Melonjak Drastis
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,    Cimahi   - Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, permohonan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Cimahi mengalami peningkatan yang sangat signifikan. 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mencatat jumlah pemohon kini mencapai 200 hingga 300 orang per hari, jauh di atas rata-rata harian yang sebelumnya hanya berkisar 50 orang.

Lonjakan tersebut terlihat jelas di layanan administrasi kependudukan yang berpusat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. 

Sejak pagi hari, warga tampak memadati area pelayanan untuk mengurus aktivasi IKD yang kini menjadi salah satu syarat penting dalam proses pendaftaran sekolah negeri melalui jalur SPMB.

Salah seorang warga, Desi Arisanti (35), mengaku sengaja datang lebih awal untuk mengaktifkan IKD karena anaknya akan mengikuti proses pendaftaran sekolah tahun ini. 

Menurutnya, keberadaan IKD menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum tahapan pendaftaran dimulai.

“Sekarang sedang mengurus aktivasi IKD karena informasinya harus sudah aktif untuk keperluan pendaftaran sekolah. Jadi saya memilih mengurusnya dari sekarang agar tidak terburu-buru nanti,” ujarnya.

Desi yang berencana mendaftarkan anaknya ke SMKN 2 Cimahi juga mengapresiasi pelayanan petugas Disdukcapil yang tetap sigap melayani masyarakat di tengah membludaknya jumlah pemohon.

Menurutnya, proses pelayanan berlangsung cepat dan tidak berbelit-belit. Setelah mendapatkan giliran, proses aktivasi dapat langsung diselesaikan pada hari yang sama.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie, membenarkan adanya peningkatan permohonan aktivasi IKD dalam beberapa hari terakhir. 

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pemohon datang untuk memenuhi persyaratan administrasi SPMB.

“Biasanya sekitar 50 pemohon per hari. Namun dalam sepekan terakhir jumlahnya meningkat menjadi 200 hingga 300 orang per hari. Hampir seluruhnya berkaitan dengan kebutuhan pendaftaran siswa baru,” ungkapnya.

Chaeruddin menjelaskan, IKD memiliki peran penting sebagai identitas resmi berbasis digital yang mendukung proses verifikasi data kependudukan secara cepat dan akurat. 

Melalui sistem tersebut, validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), dan data lainnya dapat dilakukan secara elektronik sehingga mengurangi potensi kesalahan maupun pemalsuan dokumen.

Selain mendukung proses penerimaan peserta didik baru, IKD juga menjadi bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan secara terintegrasi.

Untuk mengantisipasi semakin tingginya jumlah pemohon, Disdukcapil Kota Cimahi mengimbau masyarakat yang belum memiliki IKD agar segera melakukan aktivasi dan tidak menunggu hingga mendekati masa pendaftaran sekolah.

Pelayanan aktivasi IKD dapat dilakukan langsung di MPP Kota Cimahi pada hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Prosesnya relatif singkat, bahkan rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit apabila seluruh persyaratan telah lengkap.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya identitas digital, Disdukcapil berharap proses SPMB tahun ini dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan didukung data kependudukan yang valid serta terintegrasi.***

Jelang SPMB 2026, Antrean Aktivasi IKD di Cimahi Melonjak Drastis
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin