Menariknya, isu tersebut justru banyak dimainkan oleh pihak-pihak dari luar Kota Cimahi. Kondisi itu memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait motif di balik derasnya isu yang terus berkembang.
Di sisi lain, sebagian kalangan pers di Kota Cimahi dinilai masih cenderung santai dan belum terlalu agresif dalam menyoroti persoalan yang kini mulai menjadi pembahasan publik.
Salah satu Pimpinan Redaksi Jagatpewarta, Mang Budi, saat ditemui di kediamannya Selasa 12/5/2026, menilai persoalan tersebut harus segera disikapi agar tidak semakin melebar dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Ini harus cepat dibereskan. Jangan sampai isu ini terus berkembang dan masyarakat kita diobok-obok orang luar yang mengatasnamakan kebenaran atau hanya membawa kepentingan tertentu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi media lokal di Kota Cimahi yang menurutnya kerap dianggap sebelah mata dibanding pihak luar.
“Cobalah kami media Cimahi jangan dianaktirikan. Belum tentu anak tiri lebih jahat daripada anak emas. Intinya kami tidak akan diam kalau ada pihak luar yang masuk hanya untuk mengobok-obok situasi,” katanya.
Menurut Mang Budi, media lokal sejatinya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kondusivitas daerah sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
Meski demikian, ia mengakui terkadang media lokal justru dianggap lemah oleh sebagian pihak, termasuk dalam menyikapi isu-isu sensitif yang berkembang di lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, isu yang berkembang saat ini dinilai sudah mulai menyerempet dugaan permainan proyek, kepentingan kelompok tertentu, hingga aroma persaingan politik dalam dinamika pembangunan daerah.
Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian menilai isu itu merupakan bentuk kritik sosial dan pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan, namun tak sedikit pula yang menduga adanya kepentingan politik tertentu di balik kemunculannya.
Sejumlah warga berharap kondisi Kota Cimahi tetap kondusif dan tidak terpecah akibat isu-isu yang belum tentu memiliki dasar yang jelas.
Masyarakat juga meminta seluruh pihak lebih bijak dalam menyampaikan informasi agar tidak memicu kegaduhan maupun opini liar yang dapat memperkeruh suasana.
“Kalau memang ada persoalan, sebaiknya dibuka secara terang dan dibuktikan lewat mekanisme hukum atau pengawasan resmi. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung oleh isu yang berkembang tanpa kejelasan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Cimahi.
Di tengah derasnya arus informasi yang berkembang, masyarakat berharap Pemerintah Kota Cimahi maupun pihak terkait dapat memberikan klarifikasi dan langkah nyata agar suasana tetap kondusif serta kepercayaan publik tetap terjaga.
Hingga kini, isu dugaan monopoli proyek tersebut masih menjadi pembahasan hangat di berbagai kalangan masyarakat Kota Cimahi.
(Mang Cu)
