Tribunpandawa.id, Jakarta - Kabar duka menyelimuti Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (31/5/2026). Kepergian sosok prajurit senior yang dikenal tegas, berani, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI maupun masyarakat Indonesia.
Ryamizard mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada pukul 14.03 WIB setelah menjalani perawatan.
Kabar wafatnya dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Bagi dunia militer, Ryamizard bukan sekadar seorang jenderal. Ia merupakan figur pemimpin yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketegasan sikap, keberanian dalam mengambil keputusan, serta komitmennya terhadap tugas menjadikan dirinya sosok yang dihormati lintas generasi prajurit.
Lahir di Palembang pada 21 April 1950, Ryamizard tumbuh dalam lingkungan keluarga militer yang menanamkan nilai disiplin, patriotisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air sejak usia dini.
Semangat pengabdian tersebut membawanya meniti karier panjang di tubuh TNI Angkatan Darat hingga mencapai berbagai posisi strategis.
Sepanjang perjalanan militernya, Ryamizard dikenal sebagai perwira yang memiliki karakter kuat dan konsisten dalam menjaga prinsip-prinsip pengabdian.
Berbagai amanah penting pernah diembannya sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pada periode 2002 hingga 2005.
Pada masa kepemimpinannya, ia berupaya memperkuat profesionalisme prajurit serta meningkatkan kesiapan TNI AD dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional.
Nama Ryamizard semakin dikenal luas karena keberaniannya dalam menyampaikan pandangan dan mengambil keputusan yang dianggap penting bagi kepentingan bangsa.
Sikap lugas dan keteguhannya dalam mempertahankan prinsip membuat dirinya menjadi salah satu tokoh militer yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan pertahanan Indonesia.
Setelah purnatugas dari dunia kemiliteran, negara kembali memberikan kepercayaan kepada Ryamizard untuk mengemban jabatan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019.
Dalam posisi tersebut, ia aktif mendorong penguatan sistem pertahanan nasional, modernisasi alutsista, serta peningkatan kapasitas pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Kepergian Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosok yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara itu akan selalu dikenang sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Selamat jalan Jenderal Ryamizard Ryacudu. Jejak pengabdian, keteguhan sikap, dan dedikasi yang telah ditorehkan akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.***