BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Hewan Qurban Cimahi Diawasi Ketat Tim Pemeriksa

Hewan Qurban Cimahi Diawasi Ketat Tim Pemeriksa
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id,   Cimahi -  Menjelang Hari Raya Idul adha 2026, Tim Pemeriksa Hewan Qurban dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi bergerak cepat turun ke lapangan usai resmi dilepas Wali Kota Cimahi. 

Tim langsung menyisir sejumlah lapak penjualan hewan Qurban, peternakan hingga pedagang dadakan di berbagai wilayah Kota Cimahi guna memastikan hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak Qurban.

Koordinator Tim Pemeriksa Hewan Qurban Kota Cimahi, Faiz Labib menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi kesehatan, usia hewan hingga kelayakan fisik sesuai syariat.

Menurutnya, sapi yang layak Qurban minimal berusia di atas dua tahun, sedangkan kambing maupun domba minimal satu tahun. Pemeriksaan juga dilakukan melalui kondisi gigi, fisik tubuh hingga perilaku hewan.

“Kami memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan memenuhi syarat. Tidak hanya sehat, tapi juga layak untuk di Qurbankan. Hewan tidak boleh pincang, tidak cacat, tidak kurus, dan untuk hewan jantan testisnya harus lengkap serta simetris,” ujar Faiz saat diwawancarai awak media, Kamis (21/5/2026).

Ia menegaskan, apabila ditemukan hewan yang belum memenuhi standar kesehatan, pihaknya meminta pedagang untuk sementara tidak menjual hewan tersebut sampai kondisinya pulih.

Dispangtan Cimahi juga mengedepankan langkah preventif agar masyarakat terhindar dari konsumsi daging yang tidak sehat. Hewan yang dinyatakan sehat nantinya diberikan tanda atau kantong sehat sebagai bukti telah lolos pemeriksaan tim dokter hewan.

“Kalau hewan sakit tentu ada kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging yang tidak sehat. Karena itu sebelum diedarkan kami pastikan dulu kesehatannya,” katanya.

Faiz menambahkan, pemeriksaan hewan ternak sebenarnya rutin dilakukan sepanjang tahun dan tidak hanya menjelang Iduladha. 

Dispangtan Cimahi bahkan memiliki program layanan kesehatan ternak gratis bernama Peterpan atau Pengobatan Ternak Panggilan.

Melalui program tersebut, peternak dapat menghubungi petugas apabila hewan mengalami gangguan kesehatan seperti kurang nafsu makan, diare, kembung hingga flu dan batuk. 

Tim dokter hewan akan langsung datang ke kandang untuk melakukan pemeriksaan serta pengobatan tanpa dipungut biaya.

“Kalau di luar musim Qurban kami melayani berdasarkan panggilan masyarakat. Tapi khusus menjelang Iduladha, tim memang ditugaskan keliling melakukan pemeriksaan langsung ke para pedagang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Hewan Qurban dari PD Tawakal di Jalan Pesantren, Cecep mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim pemeriksa hewan Qurban dari Dispangtan Cimahi.

Menurut Cecep, para petugas atau mantri hewan selalu sigap ketika dihubungi pedagang saat ada ternak yang sakit. Bahkan pelayanan pengobatan dilakukan secara gratis.

“Kalau ada kambing atau domba sakit biasanya langsung telepon pak mantri, cepat didatangi dan gratis. Kadang petugas juga rutin kontrol ke sini. Jadi pedagang lebih nyaman dan pembeli juga makin percaya karena hewan sudah diperiksa,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, untuk tahun ini stok hewan Qurban di tempatnya mencapai lebih dari 20 ekor sapi dan sekitar 50 ekor kambing maupun domba, meski penjualan diakuinya sedikit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Dengan pemeriksaan ketat yang dilakukan Dispangtan Cimahi, masyarakat diharapkan bisa lebih tenang dan yakin saat membeli hewan kurban yang sehat, aman, serta sesuai syariat.

  ( Mang Cu )

Hewan Qurban Cimahi Diawasi Ketat Tim Pemeriksa
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin