BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Sampah Menggunung di Gang Sempit, Warga Karangmekar Resah

Sampah Menggunung di Gang Sempit, Warga Karangmekar Resah
Ukuran huruf
Print 0


Tribunpandawa.id,  Cimahi  -  Persoalan sampah di Cimahi memang belum menemukan solusi yang tepat. Tumpukan limbah rumah tangga di RW 01, Karangmekar, Cimahi Tengah, adalah contoh nyata bahwa masalah ini masih berlanjut, Selasa 31/3/2026.

Kota Cimahi menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, tapi kuota pembuangan ke TPA Sarimukti hanya 119 ton per hari. 

Ini menunjukkan bahwa perlu ada perubahan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Pemerintah Kota Cimahi sudah mengambil langkah-langkah, seperti mengoptimalkan TPS 3R dan bank sampah, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. 

Program seperti Grak Ompimpah (Gerakan Kader Pilah Sampah) juga menunjukkan upaya serius dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Tapi, perlu diingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam memilah sampah dan mengurangi produksi sampah.

Gang yang seharusnya menjadi akses utama warga kini berubah menjadi lorong kumuh dan menyempit. Kantong-kantong plastik berisi sampah terlihat menumpuk di sepanjang sisi jalan, sebagian sudah terbuka dan menebarkan bau menyengat.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi warga sekitar. Beberapa warga menyebut, penumpukan sampah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Diduga, keterlambatan pengangkutan menjadi salah satu penyebab utama. Di sisi lain, kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan turut memperparah keadaan.

“Kalau pagi baunya cukup menyengat, apalagi saat cuaca panas. Kami khawatir ini bisa jadi sumber penyakit,” ujar seorang anggota Linmas yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, sebut saja Jony.

Jony juga mengungkapkan, saat melakukan patroli, ia sempat mendapati oknum warga dari RW lain yang membuang sampah di lokasi tersebut. Oknum tersebut, kata dia, telah menyampaikan permohonan maaf kepada petugas.

Selain bau tak sedap, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan hewan liar, serta berpotensi menyumbat saluran air di sekitar gang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan memicu genangan hingga banjir kecil saat hujan turun.

Usai melaksanakan salat Subuh, Jony yang ditemui awak media berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait. Ia menekankan pentingnya pengangkutan sampah secara rutin serta edukasi kepada masyarakat mengenai kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Di tengah padatnya permukiman, gang sempit seperti ini sejatinya menjadi nadi aktivitas warga. Tanpa pengelolaan sampah yang baik dan kesadaran bersama, ruang hidup tersebut perlahan berubah menjadi sumber persoalan baru di tengah kota.

  (Mang Cu Bacuner's)

Sampah Menggunung di Gang Sempit, Warga Karangmekar Resah
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin