BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Minat Parsel Lebaran Menurun, Disdagkoperin Cimahi Perketat Pengawasan

Minat Parsel Lebaran Menurun, Disdagkoperin Cimahi Perketat Pengawasan
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi -  Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Cimahi melalui kegiatan monitoring terpadu harga dan kebutuhan bahan pokok penting (bapokting) terus melakukan pengawasan di sejumlah pasar dan pusat perdagangan, Jum'at,13/3/2026

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan, Indra Bagjana, menjelaskan bahwa tren penjualan parsel Lebaran di Kota Cimahi saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi berkurangnya minat terhadap parsel.

“Memang momentum Ramadan dan Lebaran biasanya memengaruhi penjualan parsel. Namun saat ini terlihat minat masyarakat terhadap parsel sudah mulai berkurang dibandingkan sebelumnya,” ujar Indra Bagjana saat diwawancarai awak media.

Ia menjelaskan bahwa selain tren konsumsi yang berubah, pengawasan terhadap isi dan kemasan parsel juga menjadi perhatian pemerintah. 

Hal ini untuk memastikan konsumen mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk yang dikemas di dalam parsel tersebut.

“Dalam kemasan parsel, konsumen harus bisa mengetahui dengan jelas isi barang yang ada di dalamnya. Jangan sampai ada produk yang tidak sesuai atau tidak bisa diakses informasinya oleh konsumen,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya melakukan pengambilan sampel dan pemantauan langsung di sejumlah toko yang menjual parsel di wilayah Kota Cimahi.

“Tim dari bidang perdagangan sudah melakukan pengecekan di beberapa titik. Di sepanjang Jalan Amir Mahmud misalnya, kami menemukan hanya sekitar tiga toko yang menjual parsel,” ungkapnya.

Indra menambahkan, pengawasan ini juga bertujuan untuk mencegah adanya pelanggaran di bidang perdagangan, terutama yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Ini bagian dari langkah antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran di bidang ekonomi, khususnya menjelang hari raya ketika aktivitas perdagangan meningkat,” katanya.

Ke depan, monitoring akan terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan jejaring kewilayahan, termasuk kecamatan dan kelurahan yang memiliki seksi ekonomi.

“Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala melalui jejaring kewilayahan, karena kecamatan dan kelurahan memiliki kasi ekonomi yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat di lapangan,” pungkasnya.

 (Mang Cu Bacuner's)

Minat Parsel Lebaran Menurun, Disdagkoperin Cimahi Perketat Pengawasan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin