Tribunpandawa.id, Cimahi - Suasana hangat penuh semangat kebersamaan mewarnai Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jumat (27/3/2026). Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, hadir langsung dalam kegiatan yang digagas Gerakan Muda Kristen Indonesia (GMKI) Kota Cimahi, yakni pengukuhan sekaligus pemberian honor bagi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna, Kepala Kesbangpol Sugeng, perwakilan Kapolres Cimahi, MUI Kota Cimahi, Banser Kota Cimahi, serta berbagai unsur lintas agama dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adhitia menyampaikan apresiasi tinggi atas penghargaan yang diberikan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia yang menobatkan Cimahi sebagai salah satu kota paling toleran di Jawa Barat.Ia menegaskan, pemberian honor kepada 54 guru dan relawan PAK merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam mendukung pendidikan keagamaan lintas iman.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk perhatian kami kepada para relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan dedikasinya untuk mendidik generasi muda dalam pemahaman keagamaan,” ujar Adhitia.
Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di sekolah yang terbatas waktu. Peran para relawan menjadi sangat penting, terutama bagi sekitar 500 anak beragama Kristen di Kota Cimahi.
Ia juga menambahkan, ke depan Pemkot Cimahi akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pengajar agama, termasuk memperhatikan jaminan sosial dan kesehatan melalui skema seperti BPJS.
“Kami tidak membeda-bedakan. Semua pengajar agama, baik guru ngaji maupun relawan PAK, memiliki peran yang sama pentingnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GMKI Kota Cimahi, Pranjani H. L. Radja, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemkot Cimahi yang dinilai konsisten menjaga nilai-nilai toleransi.
Ia menyebut Cimahi sebagai “rumah bersama” bagi berbagai suku, etnis, dan agama. Bahkan, menurutnya, kebijakan di sektor pendidikan yang menjamin setiap siswa mendapatkan pelajaran agama sesuai keyakinannya merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi.
“Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, Cimahi menjadi satu-satunya yang berani mengambil langkah nyata sejak 2022 hingga kini, termasuk pemberian honor bagi para relawan pengajar agama,” ungkap Pranjani.
Ia menilai, perhatian terhadap para guru dan relawan ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga investasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan lintas iman mampu memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Kota Cimahi.
( Mang Cu Bacuner's )