Tribunpandawa.id, Cimahi - Sistem pengawasan ketat diterapkan untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi! Ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan kualitas gizi bagi peserta didik. Pengawasan berlapis tersebut diterapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibeber 1 yang berlokasi di Jalan Ibu Ganirah No. 63, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.
SPPG Cibeber 1 mulai beroperasi sejak 20 Oktober 2025 dan hingga awal Februari 2026 bertanggung jawab menyalurkan makanan bergizi ke MTsN Cimahi dan SMP Negeri 8 Cimahi. Setiap hari, dapur ini melayani 2.540 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kepala Dapur SPPG Cibeber 1, Daffa Akbar, menegaskan bahwa besarnya jumlah penerima manfaat menuntut penerapan pengawasan ketat di setiap tahapan operasional.
“Dengan jumlah penerima yang cukup besar, kami menerapkan pengawasan mulai dari bahan baku masuk sampai makanan siap didistribusikan ke sekolah,” ujar Daffa, Kamis (5/2/2026).
Pengawasan dimulai sejak bahan pangan diterima dari pemasok berbadan usaha. Bahan baku yang datang pada siang hingga sore hari langsung diperiksa oleh tim persiapan guna memastikan kelayakan, kebersihan, dan kesesuaian kebutuhan porsi.
“Begitu bahan baku datang, langsung dilakukan pengecekan. Kami pastikan bahan yang digunakan layak, bersih, dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain bahan pangan, aspek kebersihan relawan menjadi fokus utama. Seluruh relawan diwajibkan menjalani prosedur sanitasi sebelum memasuki area dapur serta dilarang mengenakan aksesori guna mencegah kontaminasi.
“Relawan tidak boleh memakai aksesoris. Barang pribadi disimpan di loker agar tidak menimbulkan risiko kontaminasi,” jelasnya.
Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi kewajiban. Relawan harus mencuci tangan dan mengenakan celemek, penutup kepala, masker, serta sarung tangan sebelum mulai bekerja.
“Kami mewajibkan penggunaan APD lengkap sebelum masuk area produksi,” tambah Daffa.
Proses pengolahan makanan dimulai sejak pukul 00.00 WIB dengan mengikuti prosedur operasional standar (SOP). Seluruh tahapan, mulai dari pengolahan bumbu hingga memasak lauk dan sayur, berada di bawah pemantauan langsung.
Tahap pemorsian yang dimulai sekitar pukul 02.00 WIB turut diawasi tenaga ahli gizi untuk memastikan kesesuaian takaran dan nilai gizi.
“Pemorsian diawasi ahli gizi agar ukuran porsi dan komposisi gizinya sesuai ketentuan,” ujarnya.
Secara struktural, pengawasan diperkuat melalui enam divisi kerja, yakni persiapan bahan, pengolahan, pemorsian, distribusi, pencucian wadah, dan kebersihan dapur. Selain kepala dapur, dua asisten lapangan turut mengawasi operasional harian, baik di dapur maupun saat distribusi.
Daffa mengakui pada awal operasional sempat muncul catatan dari pihak sekolah. Namun, hal tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat sistem kerja.
“Masukan di awal kami jadikan evaluasi. Pengawasan kami perketat dan alur kerja kami benahi,” tuturnya.
Dengan pengawasan berjenjang dari hulu hingga hilir, SPPG Cibeber 1 berupaya memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan gizi, sekaligus menjaga kepercayaan sekolah serta mendukung keberhasilan Program Makanan Bergizi Gratis di Kota Cimahi.***