Tribunpandawa.id, Cimahi - Masjid Jami Al-Ikhlas di Kampung Bobojong, Cimahi, akhirnya diresmikan! Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, meresmikan masjid ini bertepatan dengan peringatan Isra Mi'raj dan menyambut Ramadan. Masjid ini dibangun secara swadaya masyarakat sejak 2016 dan menjadi simbol kebersamaan warga.Ngatiyana berharap masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial, serta memperkuat nilai-nilai keimanan masyarakat. Ia juga mengajak warga memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan positif.
Masjid Jami Al-Ikhlas bukan sekadar bangunan ibadah. Ia lahir dari perjalanan panjang penuh kesabaran dan kebersamaan. Sejak mulai dibangun pada tahun 2016, masjid ini berdiri melalui swadaya murni dan gotong royong warga.
Hampir satu dekade lamanya, masyarakat setempat bahu-membahu menyisihkan tenaga, waktu, dan rezeki demi menghadirkan rumah ibadah yang layak dan representatif bagi umat Muslim di wilayah Cipageran.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan dan kekompakan warga yang tak pernah surut menjaga semangat swadaya hingga masjid dapat berdiri dengan kokoh dan indah.
Ia menegaskan, pembangunan masjid bukan hanya soal mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun nilai keimanan, persaudaraan, dan solidaritas sosial.
“Masjid ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat. Semoga Masjid Al-Ikhlas bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberi manfaat luas bagi umat,” ujar Ngatiyana.
Peresmian masjid turut dihadiri para tokoh agama dan masyarakat. Salah satunya, Kyai Haji Raden Muhammad Hariri Abdul Aziz, yang menyampaikan tausiyah penuh makna tentang hikmah Isra Mi’raj serta pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan keikhlasan.
Ngatiyana juga menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid memiliki fungsi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap sesama.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan positif, mulai dari pengajian, pendidikan keagamaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Cimahi turut menyinggung komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperhatikan kesejahteraan guru ngaji.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya, kesejahteraan guru ngaji telah mengalami kenaikan sebesar 20 persen dan pemerintah akan terus berupaya meningkatkannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Peresmian Masjid Jami Al-Ikhlas pun menjadi penanda kuat bahwa kebersamaan, keikhlasan, dan semangat gotong royong masih menjadi denyut utama kehidupan masyarakat Cimahi.***