Tribunpandawa.id, Cimahi - Semarak kebersamaan mewarnai pembukaan Bazar Ramadhan Expo ke-3 Tahun 2026 di kawasan Alun-alun Kota Cimahi,Kamis 26/2/2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, yang hadir didampingi Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko, serta anggota DPRD H. Bambang dan Fredi Siagian.
Turut hadir jajaran Asisten Daerah, para kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Cimahi, Ketua BKM Masjid Agung Kota Cimahi, hingga para tamu undangan yang memadati kawasan alun-alun.
Dalam sambutannya, Kang Adhit sapaan akrabnya menyampaikan salam hangat dari Wali Kota Cimahi kepada seluruh masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada komunitas Rio 90 selaku penyelenggara yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi warga.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Cimahi mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya Rio 90, yang telah menyelenggarakan kegiatan hari ini,” ujarnya.
Alun-alun Harus Atraktif dan Hidup.
Kang Adhit menegaskan bahwa alun-alun merupakan jantung Kota Cimahi yang melekat kuat dalam memori kolektif masyarakat. Menurutnya, kota yang berkarakter adalah kota yang mampu menghadirkan ruang publik yang hidup dan atraktif.
“Ciri kota yang berkarakter adalah kota yang atraktif. Kalau kotanya sudah atraktif, indeks kebahagiaannya juga bagus. Kota yang happy adalah kota yang alun-alunnya hidup,” tegasnya.
Ia mengapresiasi penataan kawasan yang kini dilengkapi jalur pedestrian dan ruang publik yang lebih representatif. Namun, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah keberlanjutan aktivitas di dalamnya.
“Kita masih punya 11 bulan lainnya. Bagaimana caranya alun-alun ini benar-benar hidup dan menjadi pusat kegiatan masyarakat,” tambahnya.
Dorong 17 Subsektor Ekonomi Kreatif.
Saat diwawancarai awak media, Kang Adhit menyebut Ramadhan Expo bukan sekadar bazar tahunan, melainkan ajang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Beragam tenant kuliner, otomotif, hingga penampilan musisi lokal menjadi bagian dari geliat 17 subsektor ekonomi kreatif yang terus didorong pemerintah.
“Kita menyambut baik karena ini bagian dari ajang silaturahmi warga. Ada tenant kuliner, otomotif, juga musisi. Itu bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Kalau ini semakin menggeliat, insyaallah ekonomi kota juga akan bergerak ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia berharap Ramadhan Expo ke depan terus meningkatkan kualitas dan skalanya dengan melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif, sehingga dampaknya semakin luas bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami berharap kegiatan ini terus upgrade levelnya. Kita tata kawasan alun-alun sesuai visi misi kepala daerah, agar benar-benar menjadi sarana hiburan, ruang silaturahmi, sekaligus penggerak ekonomi,” pungkasnya.
Ramadhan Expo ke-3 Tahun 2026 menjadi simbol bahwa Cimahi bukan hanya kota religius di bulan suci, tetapi juga kota kreatif yang hidup, dinamis, dan penuh energi kebersamaan.
(Mang Cu Bacuner's?