Tribunpandawa.id, Cimahi - Aksi inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Cimahi menjadi secercah harapan bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang banjir. Kehadiran orang nomor satu di Kota Cimahi di lokasi terdampak dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan Pemerintah Kota Cimahi dalam menangani persoalan klasik yang tak kunjung tuntas.Pengurus RT 04 RW 19 Kelurahan Padasuka, Nia Kurnia dan Tatang suaminya, saat diwawancarai awak media di kediamannya Jum'at 2/1/2026, menyampaikan bahwa sidak tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap keluhan warga.
Menurutnya, banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan telah menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemkot Cimahi di tahun 2026, yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan menyeluruh.
“Alhamdulillah, untuk wilayah kami RT 04 RW 19 Kelurahan Padasuka, dalam waktu dekat tanggul yang jebol akan segera diperbaiki. Kami sudah berunding bersama tokoh RW 19, H. Deden, untuk memprioritaskan perbaikan yang paling mendesak sesuai instruksi Wali Kota Cimahi, Ngatiyana,” ujar Tatang.Ia menambahkan, dalam proses perbaikan nanti masyarakat juga akan dilibatkan melalui kegiatan gotong royong agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Sejumlah wilayah di Kota Cimahi hingga kini masih tercatat sebagai kawasan rawan banjir, di antaranya Padasuka, Cigugur, Melong, Cibabat, dan Cipageran. Buruknya sistem drainase serta kondisi tanggul yang jebol akibat terjangan banjir kerap memperparah dampak genangan air di kawasan tersebut.
Masyarakat berharap, pasca sidak ini, Pemkot Cimahi segera merealisasikan perbaikan drainase secara cepat dan terintegrasi, serta melakukan penanganan serius terhadap tanggul-tanggul yang rusak.