Tribunpandawa.id, Cimahi - Penanganan banjir masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan dan perbaikan sistem drainase pada tahun 2026 sebagai langkah strategis agar Cimahi terbebas dari banjir dan mampu mengurangi risiko genangan di sejumlah wilayah rawan.Hal tersebut disampaikan Ngatiyana saat diwawancarai awak media pada Rabu, 31 Desember 2025, usai meresmikan sejumlah Proyek Strategis Pemerintah Kota Cimahi. Ia menekankan bahwa pembangunan drainase tidak boleh setengah-setengah dan harus diselesaikan secara menyeluruh.
“Penanganan banjir ini menjadi PR besar bagi Pemkot Cimahi. Saya instruksikan pembangunan drainase harus tuntas di tahun 2026, supaya Cimahi tidak terus dilanda banjir dan genangan bisa dikurangi,” tegasnya.Ngatiyana juga menyoroti penanganan banjir di kawasan Melong yang hingga kini masih terkendala persoalan pembebasan lahan. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut menjadi kunci agar pembangunan drainase dapat berjalan optimal.
“Untuk banjir di Melong, pembebasan lahan harus segera diselesaikan. Kalau lahannya beres, pembangunan bisa berjalan dan masalah banjir bisa ditangani secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menegaskan, perbaikan bangunan drainase tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan dilakukan secara terintegrasi di seluruh wilayah Kota Cimahi, khususnya daerah-daerah yang kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Selain fokus pada penanganan banjir, Ngatiyana juga mengungkapkan rencana pembangunan sektor pendidikan pada tahun 2026.
Pemerintah Kota Cimahi akan membangun SMP Negeri 15 yang berlokasi di Kelurahan Cipageran sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Di tahun 2026, selain fokus pada infrastruktur drainase, kita juga akan membangun satu sekolah menengah pertama, yaitu SMP Negeri 15 di Cipageran Dan SMP 14 Padasuka,” katanya.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemkot Cimahi berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat teratasi secara bertahap, seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik di Kota Cimahi.
(Mang Cu Bacuner's)